Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pengamatan Hilal di Itera, Lebaran Berpotensi 21 Maret

Pengamatan Hilal di Itera, Lebaran Berpotensi 21 Maret
Pengamatan Hilal oleh OAIL (Dok. OAIL).
Intinya Sih
  • Itera melalui OAIL kembali dipercaya memantau hilal 1 Syawal 1447 H di Rooftop GKU 2, bekerja sama dengan Kanwil Kemenag Lampung untuk mendukung penentuan Hari Raya Idul Fitri.

  • Berdasarkan perhitungan astronomis, hilal diprediksi belum terlihat pada 19 Maret karena posisi bulan masih di bawah kriteria visibilitas Neo MABIMS, sehingga Idul Fitri kemungkinan belum ditetapkan keesokan harinya.

  • Pengamatan dilanjutkan 20 Maret dengan kondisi bulan lebih ideal dan peluang terlihatnya hilal meningkat; hasil observasi akan dilaporkan ke Kemenag sebagai bahan Sidang Isbat penetapan awal Syawal.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lampung Selatan, IDN Times – Institut Teknologi Sumatera (Itera) menjadi salah satu titik pengamatan hilal di Indonesia, dalam penetapan 1 Syawal 1447 hijriah. Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) Itera bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung akan menggelar pengamatan hilal 1 Syawal 1447 H di kampus Itera, besok, Kamis (19/3/2026).

Pengamatan hilal tahun ini dilaksanakan di Rooftop Gedung Kuliah Umum (GKU) 2 Itera. Lokasi tersebut dipilih karena Teleskop OZT-ALTS saat ini sedang dalam proses perawatan. Selain mengamati kemunculan hilal, tim OAIL juga akan melakukan pengambilan data saintifik untuk kepentingan riset dan pendidikan.

1. Hilal diprediksi belum terlihat pada 19 Maret

Aktivitas pengamatan Hilal OAIL Itera
Aktivitas pengamatan Hilal OAIL Itera (Dok. OAIL).

Kepala Pusat OAIL Itera, Annisa Novia menyampaikan, OAIL telah rutin melakukan pengamatan hilal sejak 2017. Sebagai salah satu pos pengamatan hilal di Indonesia, OAIL secara konsisten menyediakan data pengamatan untuk mendukung kebutuhan pemerintah dan masyarakat.

“Tahun ini, 29 Ramadhan 1447 H bertepatan dengan Kamis, 19 Maret 2026. Berdasarkan perhitungan tim OAIL dari lokasi Rooftop GKU 2 Itera, konjungsi toposentrik terjadi pada pukul 06.41 WIB,” ujar Annisa, Rabu (18/3/2026).

2. Pengamatan akan dilanjutkan pada Jumat, 20 Maret 2026

Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL)
Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) (Dok/Humas Itera)

Menurut Annisa, saat Matahari terbenam pukul 18.11 WIB, posisi Bulan berada di atas ufuk dengan azimut +273°57’45”, ketinggian +01°26’07”, dan elongasi +05°13’13”. Namun, posisi tersebut belum memenuhi kriteria visibilitas hilal Neo MABIMS, yakni ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Secara hisab, hilal di Itera kemungkinan besar belum dapat teramati pada tanggal tersebut.

"Oleh karena itu, pengamatan akan dilanjutkan pada Jumat, 20 Maret 2026. Pada saat Matahari terbenam pukul 18.11 WIB, posisi Bulan diperkirakan memiliki azimut +281°55’13”, ketinggian +12°22’16”, dan elongasi +18°05’20”, dengan waktu terbenam pukul 19.08 WIB. Posisi ini dinilai lebih memungkinkan untuk pengamatan hilal," jelasnya.

3. Penetapan 1 Syawal 1447 H tetap mengikuti hasil Sidang Isbat

Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL)
Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) (Dok/Humas Itera)

Annisa menambahkan, dalam kegiatan ini, OAIL menyiapkan empat instrumen teleskop, yaitu Teropong Hilal Ganda (Ojanscope), Baride Optics A-102, Utopia III, dan binokuler. Pengamatan pada 19 Maret akan dilakukan secara terbatas bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, sedangkan pengambilan data saintifik dilanjutkan pada hari berikutnya.

Hasil pengamatan hilal OAIL akan disampaikan kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung untuk diteruskan dalam Sidang Isbat Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta. Annisa mengimbau masyarakat untuk tetap menunggu keputusan resmi pemerintah.

“Penetapan 1 Syawal 1447 H tetap mengikuti hasil Sidang Isbat Kementerian Agama Republik Indonesia,” ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Lampung

See More