Bandar Lampung, IDN Times - Sederet kejadian kecelakaan di jalur kereta api di Provinsi Lampung menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan. Tingginya insiden dinilai menunjukkan persoalan mendasar dalam sistem keselamatan di sekitar jalur rel perlu segera dibenahi.
Berdasarkan catatan IDN Times, sepekan terakhir tiga orang meninggal dunia akibat kecelakaan di jalur kereta api di Lampung. Dua korban tewas dalam dua insiden beruntun di kawasan Panjang, Kota Bandar Lampung, yakni Joni Pit (49) tertabrak kereta saat berada di tengah rel pada Kamis (30/7/2026) malam, disusul Mukhtar (81) meninggal setelah tertemper kereta di lokasi tak jauh dari kejadian pertama sehari berikutnya.
Korban ketiga, Neneng Hasanah (53), seorang ibu rumah tangga asal Desa Muara Putih, Kecamatan Natar, Lampung Selatan meninggal dunia usai tertabrak rangkaian Kereta Api Babaranjang di perlintasan tanpa penjagaan saat mencari anaknya, Senin (3/8/2026).
"Angka kasus kejadian semacam ini bukan sekadar statistik, tetapi menjadi alarm bahwa sistem keselamatan di sekitar jalur rel masih perlu diperkuat," ujar Akademisi Fakultas Teknik Universitas Bandar Lampung (UBL), Aditya Mahatidanar Hidayat dimintai keterangan, Selasa (4/8/2026).
