Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Semester I 2024, SMF Salurkan Pembiayaan Perumahan Rp113,5 Triliun
Konferensi pers kinerja semester I 2024 PT SMF. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
  • PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) telah mengalirkan dana sebesar Rp113,59 triliun sampai semester I 2024, 8,37 kali dibandingkan dengan modal setoran.
  • SMF menyalurkan porsi 25 persen KPR FLPP sebesar Rp24,07 triliun setara dengan 654.430 unit rumah, meningkat 9,67 persen YOY dari tahun sebelumnya.
  • SMF telah menerbitkan obligasi sebanyak enam kali dengan total nilai Rp7,68 triliun untuk mendukung target penyaluran pembiayaan perumahan dan akan menerbitkan surat utang atau sukuk tambahan ke depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pesawaran, IDN Times - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) telah mengalirkan dana melalui pembiayaan dan sekuritisasi sampai semester I 2024 sebesar Rp113,59 triliun atau 8,37 kali dibandingkan dengan modal setoran.

Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF, Heliantopo mengatakan, aliran dana tersebut menegaskan peran strategis perseroan sebagai penyedia likuiditas bagi lembaga penyalur pembiayaan perumahan, sehingga proses penyaluran pembiayaan kepada masyarakat berjalan optimal. Langkah ini sekaligus diharapkan dapat mengakselerasi pemenuhan kebutuhan perumahan yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

“Kami melihat kondisi pasar primer perumahan masih menghadapi tantangan, akan tetapi dengan kondisi pertumbuhan ekonomi yang masih terjaga peluang untuk pasar perumahan pada umumnya masih terbuka," ujarnya saat konferensi pers media gathering kinerja semester I 2024 PT SMF di Hotel Lampung Marriott Kabupaten Pesawaran Lampung, Minggu (29/9/2024).

1. Salurkan 25 persen KPR FLPP sebesar Rp24,07 triliun setara 654.430 unit rumah

Konferensi pers kinerja semester I 2024 PT SMF. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

 

Heliantopo melanjutkan, capaian tersebut sejalan dengan tujuan SMF untuk pengentasan backlog perumahan, sebagai fiscal tools pemerintah. Sejak 2018 sampai dengan Juni 2024, SMF telah menyalurkan porsi 25 persen KPR FLPP sebesar Rp24,07 triliun setara dengan 654.430 unit rumah.

Dibandingkan kinerja semester 1 2023, kinerja porsi 25 persen FLPP SMF meningkat 9,67 persen YOY. Dikatakan, angka ini menunjukkan bahwa SMF telah menyalurkan dana dengan multiplier 2,58 kali dari penyertaan modal negara yang diterima khusus untuk FLPP yaitu sebesar Rp9,33 triliun.

"Ini merupakan upaya perseroan dalam berkontribusi terhadap pengurangan beban fiskal APBN, serta mendorong akses masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah layak huni yang terjangkau,” ucapnya.

2. Semester I 2024, 50 kali penerbitan obligasi

Konferensi pers kinerja semester I 2024 PT SMF. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo menambahkan, perseroan mengoptimalkan ketersediaan dana melalui penerbitan obligasi untuk mendukung target penyaluran pembiayaan perumahan, memastikan pendanaan lebih efisien dengan bunga kompetitif, dan memperkuat sektor perumahan di Indonesia.

Hingga semester I 2024, SMF telah menerbitkan obligasi sebanyak enam kali dengan total nilai Rp7,68 triliun, termasuk social bonds sebesar Rp3,5 triliun untuk pendanaan KPR FLPP. Dengan demikian, dari awal penerbitan surat utang 2009 sampai Juni 2024 telah dilakukan 63 kali penerbitan dengan jumlah Rp64,95 triliun.

"Ini terdiri dari 50 kali penerbitan obligasi atau sukuk (penawaran umum) sebesar Rp60,16 triliun, 12 kali medium term notes (penawaran terbatas) sebesar Rp4,67 triliun, dan satu kali penerbitan surat berharga komersial sebesar Rp120 miliar," jelasnya.

Ke depan disampaikan, SMF berencana untuk menerbitkan surat utang atau sukuk tambahan, baik konvensional maupun berbasis sosial, dengan memperhatikan kondisi pasar dan suku bunga.

"Melalui program tanggung jawab sosial, perseroan turut mendukung pengentasan backlog kelayakan hunian di Indonesia, melalui program peningkatan kualitas rumah di daerah kumuh senilai Rp36,4 miliar untuk 521 rumah di 24 wilayah di Indonesia tersebar di wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara," tambah dia.

3. Aset tumbuh menjadi Rp51,82 triliun

ilustrasi aset properti (freepik.com/AuroraApex601)

Selain kontribusi signifikan terhadap pembiayaan dan pembangunan sektor perumahan, Ananta melanjutkan, SMF juga mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan positif. Pada Semester I 2024, SMF mencatatkan pertumbuhan aset menjadi Rp51,82 triliun, meningkat 13 persen dari Rp45,70 triliun pada akhir 2023.

Selain itu, laba bersih juga mencatatkan pertumbuhan positif mencapai Rp285 miliar. Itu lebih tinggi 17 persen dibandingkan pencapaian Juni 2023 YoY sebesar Rp243 miliar.

"Peningkatan ini mencerminkan kinerja yang solid di tengah tantangan ekonomi. SMF sebagai sekretariat ekosistem perumahan secara aktif melakukan kajian dan memberikan masukan kebijakan untuk meningkatkan pembiayaan perumahan, salah satunya melalui penyusunan policy paper merupakan hasil kolaborasi SMF Research Institute bersama Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan, Bappenas, dan Kemenko Perekonomian," terangnya.

4. Fokus SMF hingga akhir 2024

Konferensi pers kinerja semester I 2024 PT SMF. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Ananta menambahkan, policy paper tersebut menghasilkan rekomendasi beberapa intervensi dapat dilakukan untuk meningkatkan sektor perumahan, di antaranya seperti program perumahan tersegmentasi, pembiayaan bagi pekerja informal, asset recycling, serta peningkatan peran pemerintah daerah.

Kemudian SMF turut mendukung Indonesia Green Affordable Housing Program (IGAHP), untuk penyediaan pembiayaan perumahan hijau dan terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), dengan menyalurkan dana hibah dari build change sebesar 50.000 USD untuk pilot project IGAHP bersama BPR Nusamba Cepiring di Kendal, Jawa Tengah dan BPRS Patriot Bekasi, Jawa Barat.

"Hingga akhir 2024, SMF akan berfokus pada pencapaian target bisnis sebagai liquidity provider bagi lembaga keuangan agar penyaluran pembiayaan perumahan dapat terus bertumbuh, serta mendukung program pemerintah dalam KPR FLPP sebagai salah satu upaya untuk pengentasan backlog perumahan," imbuh dia.

Selain itu, optimalisasi peran SMF dalam sekretariat ekosistem pembiayaan perumahan juga akan terus dilakukan melalui kajian-kajian komprehensif yang dilakukan melalui SMF Research Institute. "Kami turut memonitoring implementasi pilot project dan memperluas potensi kerja sama pendanaan untuk IGAHP," tandasnya.

Editorial Team

Related Article