Sadis! Pemuda Lampung Barat Tega Gorok Leher Sepupu hingga Meninggal

Lampung Barat, IDN Times - Warga Pekon Srimenanti, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat digegerkan peristiwa pembunuhan sadis terhadap anak laki-laki, Kamis (27/4/2023) sekira pukul 09.00 WIB.
Korban inisal AFA (7) ditemukan keluarga bersimbah darah meninggal dunia di kediamannya, dengan kondisi leher tergorok diduga menggunakan senjata tajam jenis golok.
"Betul, korban ditemukan orang tuanya sudah dalam keadaan tak bernyawa di ruangan TV rumahnya," ujar Kasatreskrim Polres Lampung Barat, Iptu Juherdi kepada IDN Times, Jumat (28/4/2023).
1. Korban dan pelaku masih saudara sepupu

Berdasarkan laporan terhadap peristiwa itu, Juherdi mengatakan, petugas Polsek Sumber Jaya langsung mendatangi tempat perkara kejadian (TKP) penganiayaan mengakibatkan korban meninggal dunia.
Selain itu, pihaknya juga telah mengerahkan Tim Inafis dan Tekan 308 Presisi Polres Lampung Barat, untuk menyelidiki peristiwa lebih lanjut hingga mengejar pelaku pembunuhan terhadap balita tersebut.
"Identitas pelaku sudah kami kantongi, yang memang masih saudara sepupu dengan korban. Hingga saat ini, pelaku masih dalam pengejaran petugas Tekab 308 Polsek Sumber Jaya dan Polres Lampung Barat," ungkapnya.
2. Keluarga korban menolak autopsi

Lebih lanjut hasil olah TKP tersebut, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa sarung bantal dan sprei terdapat bercak darah; ijasah SD, SMP, SMA milik pelaku; hingga sarung golok kayu coklat.
Termasuk memintai data kepada para saksi, serta meminta hasil Visum et Repertum ke Puskesmas Fajar Bulan, serta menerima laporan polisi dilayangkan orang tua korban.
"Keluarga korban menolak dilakukan autopsi, ini sudah kami penuhi dengan membuatkan surat pernyataan penolakan autopsi telah ditandatangani pihak keluarga korban," imbuh Juherdi.
3. Tangan pelaku menenteng golok berlumuran darah

Kasatreskrim menjelaskan, peristiwa pembunuhan sadis itu berlangsung sekitar 08.00 WIB dan diketahui warga, itu saat tetangga sekaligus saksi Puji mendengar suara teriakan orang tua korban minta tolong. Kemudian saksi segera menuju rumah orang tua korban AFA.
Setibanya di lokasi kejadian, terlihat pelaku inisial IW (25) menenteng golok ditangan berlumuran darah dan saksi Puji langsung masuk ke dalam rumah. Ia pun melihat korban AFA sudah bersimbah darah di atas kasur di ruang keluarga kediaman tersebut.
"Saat itu pelaku langsung mencoba mengacungkan golok kepada para saksi yang akan berniat membantu orang tua korban maupun menangkap dirinya," kata Juherdi.
4. Coba menyerang saksi hingga melarikan diri menggunakan sepeda motor

Juherdi menambahkan, dikarenakan pelaku masih membekali diri dengan golok, para saksi memilih menghindar sebab IW turut mencoba menyerang para saksi di TKP.
"Pelaku ini langsung mengambil motor dan kabur dengan membawa senjata tajam ditangannya," tandas kasatreskrim.



















