Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rumah Sakit Hewan Lampung Dibuka Dua Pekan Lagi, Ini Layanannya
Seorang dokter hewan spesialis penyakit dalam di Griya Sehat Lestari Semarang saat memberikan pengobatan bagi kucing anggora yang sakit pada bagian hidungnya. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Rumah Sakit Hewan Provinsi Lampung akan beroperasi penuh dua pekan lagi setelah seluruh administrasi dan persiapan selesai, dengan tujuan meningkatkan layanan kesehatan hewan serta mencegah penyakit zoonosis.
  • Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan rumah sakit ini menjadi sumber PAD baru melalui pengembangan laboratorium kesehatan hewan dan pengujian pakan yang diharapkan tersertifikasi ISO.
  • Saat ini layanan sudah mencakup vaksinasi, USG, hingga operasi hewan peliharaan, sementara fasilitas rawat inap masih disiapkan agar pemulihan hewan dapat dipantau langsung oleh tenaga medis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Dua pekan lagi, Rumah Sakit Hewan Provinsi Lampung segera membuka layanan secara penuh. Pemerintah Provinsi Lampung sedang menuntaskan seluruh persyaratan administrasi dan operasional agar fasilitas tersebut dapat memberikan pelayanan kesehatan hewan yang lebih lengkap bagi masyarakat.

Kehadiran rumah sakit ini tidak hanya ditujukan bagi pemilik hewan peliharaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mencegah penyebaran penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Di sisi lain, pemerintah menilai pengembangan layanan kesehatan hewan dan laboratorium juga berpotensi menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD).

1. Dikembangkan dengan konsep One Health untuk cegah penyakit zoonosis

ilustrasi anjing yang sedang sakit (unsplash.com/Markus Winkler)

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, memastikan Rumah Sakit Hewan Provinsi Lampung ditargetkan mulai melayani masyarakat secara penuh dua pekan mendatang. Saat ini, pemerintah masih menyelesaikan seluruh tahapan administrasi agar operasional rumah sakit berjalan sesuai ketentuan.

"Tentu administrasi harus berjalan 100 persen sebagaimana mestinya. Kami juga berharap rumah sakit hewan ini menjadi salah satu sumber PAD yang dapat menunjang pembangunan Provinsi Lampung sekaligus menjaga kesehatan hewan dan mencegah penyebaran penyakit zoonosis yang dapat menular kepada manusia," ujar Jihan saat meninjau kesiapan rumah sakit di Jalan Untung Suropati, Labuhan Ratu, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Selasa (30/6/2026).

Menurut Jihan, pembangunan Rumah Sakit Hewan Provinsi Lampung bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan hewan peliharaan. Fasilitas ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat dan lingkungan melalui pendekatan One Health. Konsep tersebut menempatkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai satu kesatuan saling berkaitan.

2. Buka peluang tambahan PAD

ilustrasi transparansi laporan keuangan (pexels.com/Tiger Lily)

Selain meningkatkan kualitas pelayanan publik, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung juga membidik potensi ekonomi dari keberadaan Rumah Sakit Hewan. Salah satunya melalui pengembangan layanan laboratorium kesehatan hewan dan laboratorium pengujian pakan.

Dinas terkait sedang mengusulkan pemisahan kelembagaan menjadi dua UPTD, yakni UPTD Rumah Sakit Hewan dan Laboratorium Kesehatan Hewan serta UPTD Pengujian dan Pemeriksaan Pakan. Menurutnya, langkah tersebut penting karena Lampung memiliki lima pabrik pakan yang selama ini masih mengirim sampel pengujian ke luar daerah.

"Jika laboratorium berhasil memperoleh sertifikasi ISO, seluruh pengujian nantinya bisa dilakukan di Lampung sehingga lebih efisien sekaligus membuka peluang tambahan PAD," ujarnya.

3. Sudah layani operasi hingga USG, rawat inap masih dipersiapkan

ilustrasi kucing di rumah sakit hewan (pexels.com/Gustavo Fring)

Antusiasme masyarakat terhadap layanan Rumah Sakit Hewan Provinsi Lampung disebut terus meningkat. Saat ini, rumah sakit telah melayani pemeriksaan rawat jalan, vaksinasi, sterilisasi, pemeriksaan USG, hingga tindakan operasi bagi hewan peliharaan.

Kendati demikian, fasilitas rawat inap masih dalam tahap persiapan. Hewan yang telah menjalani operasi masih harus dibawa pulang dan dipantau secara daring oleh tenaga kesehatan. Pemerintah menargetkan pengembangan fasilitas dilakukan secara bertahap agar pelayanan menjadi semakin lengkap.

Eni salah satu warga yang membawa kucingnya, mengaku puas dengan pelayanan setelah kucing peliharaannya pernah menjalani operasi di rumah sakit tersebut.

Adisti, pemilik Mimo Cat House di Sukarame, juga mengaku kerap merekomendasikan layanan rumah sakit kepada para pelanggan pet shop miliknya. Keduanya berharap fasilitas rawat inap segera tersedia agar proses pemulihan hewan dapat dipantau secara optimal oleh tenaga medis.

Editorial Team

Related Article