Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Respons Ortu dan Siswa Menu Kering MBG di Lampung: Perlu Variasi
Penampakan menu MBG di Provinsi Lampung selama Ramadan 1447 Hijriah. (Dok. IDN Times).
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lampung menyesuaikan menu menjadi makanan kering selama Ramadan 2026 untuk memudahkan siswa yang berpuasa.
  • Sejumlah orang tua mendukung kebijakan ini karena praktis, namun berharap variasi dan kualitas menu tetap dijaga agar anak-anak tidak bosan.
  • Sementara sebagian siswa merasa terbantu dengan menu kering, ada juga yang lebih menyukai makanan basah karena dianggap lebih mengenyangkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Penyesuaian menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung selama bulan Ramadan 2026, dari makanan basah menjadi makanan kering, menimbulkan beragam tanggapan dari orang tua murid dan siswa penerima manfaat.
  • Who?
    Orang tua murid seperti Ade (35) dan Adi Saputra (33), serta siswa SMP dan SMA di Bandar Lampung, termasuk Fikri (14) dan M Nando, yang memberikan pendapat mengenai perubahan menu MBG.
  • Where?
    Kegiatan dan tanggapan berlangsung di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, sebagai bagian dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di wilayah tersebut.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Selasa, 24 Februari 2026, bertepatan dengan pelaksanaan program MBG selama bulan suci Ramadan tahun 1447 Hijriah.
  • Why?
    Perubahan dilakukan agar makanan lebih praktis dikonsumsi oleh siswa yang berpuasa. Namun sebagian pihak berharap variasi menu tetap dijaga agar anak-anak tidak bosan dan asupan gizi tetap terpenuhi.
  • How?
    Pemerintah menyediakan menu kering seperti roti atau pisang untuk dibagikan setiap hari kepada siswa. Para penerima manfaat menyampaikan dukungan maupun saran peningkatan variasi melalui wawancara langsung di lapangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Sejumlah orang tua murid dan siswa menanggapi beragam terkait penyesuaian menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan 2026/1447 Hijriah di Provinsi Lampung.

Para penerima manfaat menyebutkan, perubahan menu menjadi kering dinilai sebagian pihak cukup membantu. Namun, ada pula yang berharap variasi dan kualitas tetap diperhatikan.

Salah satu orang tua murid, Ade (35) mendukung kebijakan perubahan menu dari makanan basah menjadi kering selama Ramadan. Itu karena dinilai cukup praktis bagi anak-anak yang berpuasa.

“Kalau menurut saya sudah tepat. Anak-anak bisa menyimpan dulu makanannya untuk berbuka atau dimakan nanti. Yang penting, gizinya tetap ada dan dibagikan setiap hari,” ujarnya dimintai keterangan, Selasa (24/2/2026).

1. Ortu murid minta menu kering lebih bervariatif

Penampakan menu MBG di Provinsi Lampung selama Ramadan 1447 Hijriah. (Dok. IDN Times).

Tanggapan lain data dari orang tua murid lainnya, Adi Saputra (33). Ia berharap sekaligus mendorong penyaluran menu program MBG tetap lebih variatif, meski pelaksanaan dikemas dalam bentuk makanan kering.

“Kalau bisa jangan itu-itu saja. Anak-anak kadang bosan kalau roti terus. Mungkin bisa ditambah variasi lain supaya tetap menarik dan bergizi,” katanya.

2. Variasi menu diakui dorong antusiasme siswa

Pembagian MBG selama Ramadan di SMP Negeri 1 Bantur. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Dari sisi siswa, penyesuaian menu ini juga memunculkan respons beragam. Seorang siswa kelas VIII SMP di Bandar Lampung, Fikri (14) menilai, pembagian menu kering cukup membantu selama berpuasa Ramadan.

“Lumayan, bisa dimakan pas buka puasa atau dibawa pulang. Susunya juga bisa disimpan,” ucapnya.

Selain itu, ia turut mengharapkan agar menu kering selama ramadan bisa bervariatif, agar setiap siswa dapat terus antusias menerima dan membawa pulang menu makanan. "Jadi kalau kata teman-teman penginnya setiap hari ada yang berbeda gitu," lanjut dia.

3. Lebih menikmati menu makanan basah

Kegiatan operasional SPPG Rajabasa Musiraya, Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Pendapat lain datang dari M Nando, siswa kelas 1 SMA di Bandar Lampung mengaku lebih menyukai hidangan menu basah seperti hari biasa, bila dibandingkan dengan makanan kering seperti roti maupun pisang.

Menurutnya, makanan menu basah pada program MBG terasa lebih mengenyangkan, meski terkadang porsi diterima pada wadang omprengan disebut cukup terbatas.

“Kalau menu basah lebih enak dan lengkap. Tapi ya sekarang puasa, jadi dimengerti saja. Mungkin nanti setelah ramadan bisa balik seperti semula,” imbuhnya.

Editorial Team