Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Progres RSPTN Unila: Pembangunan 42 Persen Dapat Dukungan Kemendikti
Kemendikti melihat langsung progres pembangunan RSPTN Unila (dok/officialunila)
  • Proyek konstruksi RSPTN Unila memasuki minggu ke-46 dengan progres pengerjaan 42 persen.
  • Kunjungan dari Kemendikti mendorong penyelesaian tepat waktu dan mitigasi risiko potensi masalah hukum dan sosial.
  • HETI Project Unila telah menghasilkan 121 penelitian serta akan dikembangkan menjadi rumah sakit tipe B dengan fokus pada penyakit tropis, endokrinologi, geriatri, dan rehabilitasi medis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Proyek konstruksi Rumah Sakit Pendidikan Terpadu Nasional (RSPTN), Universitas Lampung (Unila) memasuki minggu ke-46. Beberapa perkembangan yang dicapai antara lain, berdirinya bangunan rumah sakit lima lantai, International Research Center (IRC), Instalasi Pengolahan Limbah Air (WWTP), basement , serta tahap pemasangan atap dan finishing bangunan luar.

Proyek sudah mencapai progres pengerjaan 42 persen itu mendapat kunjungan langsung dari Sekretaris Jenderal Kemendikti Saintek Prof Togar M Simatupang, didampingi Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Prof Khairul Munadi.

"Kehadiran kami di sini untuk memberikan dukungan agar 2/3 sisa pembangunan ini dapat diselesaikan sesuai target,” kata Togar, Rabu (15/1/2025)

1. Dorong Unila untuk mengidentifikasi potensi keterlambatan pembangunan

Kemendikti melihat langsung progres pembangunan RSPTN Unila (dok/officialunila)

Togar menekankan pentingnya mitigasi risiko untuk mengantisipasi potensi masalah hukum dan sosial. Ia juga mendorong Unila untuk mengidentifikasi potensi keterlambatan pembangunan serta mempercepat fase pengerjaan agar pembangunan selesai tepat waktu dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Dirjen Dikti memberikan masukan terkait pemeliharaan operasional RSPTN. Ia menekankan pentingnya penguatan manajemen rumah sakit (manajemen rumah sakit ) dan keramahtamahan rumah sakit (manajemen perhotelan) agar RSPTN Unila mampu meningkatkan layanan kesehatan masyarakat sekaligus mendukung kualitas pendidikan kesehatan di perguruan tinggi.

2. Hadirkan rumah sakit efektif, efisien dan berbasis teknologi

Potret RSPTN Universitas Lampung (IDN Times/Silviana)

Rektor Unila, Prof Lusmeilia Afriani, menjelaskan, dari segi capacity development progress, HETI Project sudah menghasilkan 121 penelitian, mengadakan workshop dan seminar dengan pembicara nasional dan internasional, melaksanakan konferensi internasional, menerbitkan HAKI, melakukan pelatihan dasar terhadap penggunaan peralatan laboratorium, serta mengadakan in house training dalam bidang advance artificial intellegence.

"Komitmen Unila untuk mendukung persiapan operasional RSPTN agar mampu menghadirkan manajemen rumah sakit yang efektif, efisien, dan berbasis teknologi," ujarnya. 

3. Target peningkatan status menjadi rumah sakit tipe B

Potret RSPTN Universitas Lampung (IDN Times/Silviana)

Menurut Lusmeilia, RSPTN Unila pada awalnya diproyeksikan memiliki kapasitas 100 tempat tidur dan akan dikembangkan hingga 200 tempat tidur, dengan target peningkatan status menjadi rumah sakit tipe B.

"RSPTN ini diharapkan menjadi pusat layanan unggulan untuk penyakit tropis, endokrinologi, geriatri, dan rehabilitasi medis," ujarnya.

Editorial Team

Related Article