Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Produksi Peternakan Lampung Naik 5,85 Persen, Tembus 428 Ribu Ton
Seorang petugas Dinas Peternakan menyemprotkan disinfektan ke dalam kandang sapi. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
  • Produksi peternakan Lampung pada 2025 naik 5,85 persen menjadi 428.667,49 ton, bertambah 23.674,84 ton dan melampaui target tahunan 1,36 persen.
  • Produksi telur meningkat 5,65 persen menjadi 259.353,19 ton, sementara daging tumbuh 6,21 persen menjadi 165.262,42 ton; produksi susu naik 3,56 persen.
  • Kenaikan produksi didukung perbaikan pemeliharaan, pakan, bibit, biosekuriti, pembibitan dan inseminasi buatan, serta layanan kesehatan hewan dan pendampingan peternak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Sektor peternakan Provinsi Lampung menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2025. Produksi ternak secara keseluruhan meningkat 5,85 persen, jauh melampaui target tahunan yang ditetapkan sebesar 1,36 persen.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti mengatakan, capaian tersebut membuat indikator kinerja utama (IKU) berupa Persentase Peningkatan Produksi Ternak mencapai 430,15 persen dari target Tahun 2025.

Secara kuantitatif, total produksi peternakan Lampung meningkat dari 404.992,65 ton pada tahun sebelumnya menjadi 428.667,49 ton pada 2025, atau bertambah sekitar 23.674,84 ton.

1. Produksi telur naik 5,65 persen

ilustrasi telur ayam Freiland Eier (pexels.com/Eimi Vergara)

Lili mengatakan, peningkatan produksi terjadi pada seluruh komoditas utama peternakan, meliputi daging, telur, dan susu. Pada komoditas telur, produksi meningkat dari 245.482,01 ton menjadi 259.353,19 ton atau tumbuh sebesar 5,65 persen.

Peningkatan tersebut terutama didukung oleh produksi telur ayam ras petelur yang tumbuh 6,18 persen. Disusul telur ayam buras 2,62 persen, telur itik 3,26 persen, telur itik manila 3,52 persen, dan telur puyuh 4,16 persen.

Menurut Lili, peningkatan produktivitas unggas, khususnya ayam ras petelur, turut memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan produksi telur.

"Penerapan manajemen pemeliharaan yang semakin baik, dukungan ketersediaan pakan, perbaikan kualitas bibit, serta penerapan biosekuriti menjadi bagian penting dalam menjaga performa produksi," ujarnya.

2. Produksi daging tumbuh 6,21 persen

Ilustrasi penjual daging sapi. IDN Times/Holy Kartika

Selain telur, produksi daging juga meningkat. Produksinya naik dari 155.597,90 ton menjadi 165.262,42 ton atau tumbuh sebesar 6,21 persen. Lili menyebut, pertumbuhan tertinggi antara lain berasal dari daging kambing yang meningkat 12,46 persen dan daging domba sebesar 10,28 persen.

Sementara itu, produksi daging sapi tumbuh 0,27 persen, kerbau 3,67 persen, dan babi 0,70 persen. Untuk komoditas susu, lanjutnya, produksinya juga meningkat dari 3.912,74 ton menjadi 4.051,88 ton atau tumbuh sebesar 3,56 persen.

Lili mengatakan, peningkatan populasi dan ketersediaan ternak produktif menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong produksi. Hal ini diperkuat melalui program pembibitan dan pengembangan ternak, peningkatan mutu genetik, serta program reproduksi ternak melalui Inseminasi Buatan (IB).

3. Kesehatan hewan hingga peran peternak ikut berpengaruh

ilustrasi sapi (pexels.com/pripicart)

Disampaikan Lili, capaian positif tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai program dan kegiatan pembangunan peternakan yang dilaksanakan pemerintah bersama peternak dan pelaku usaha. Dari sisi kesehatan hewan, penguatan pelayanan kesehatan hewan, vaksinasi, pengendalian penyakit hewan menular, pengawasan lalu lintas ternak, serta dukungan pengujian laboratorium turut berperan dalam menjaga kesehatan dan produktivitas ternak.

"Pendampingan terhadap kelompok peternak, pengembangan usaha peternakan masyarakat, serta dukungan sarana dan prasarana juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing usaha peternakan," kata Lili.

Di sisi lain, Lili mengatakan peran peternak dan pelaku usaha menjadi faktor yang tidak kalah penting. Penerapan manajemen pemeliharaan, pakan, reproduksi, dan kesehatan ternak yang semakin baik, ditambah dengan permintaan masyarakat terhadap produk protein hewani yang terus berkembang, memberikan dorongan terhadap peningkatan produksi.

Menurut Lili, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung terus mendorong peningkatan produksi dan produktivitas peternakan secara berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pembibitan, peningkatan mutu genetik, pengembangan populasi ternak, penguatan kesehatan hewan, penyediaan pakan, serta peningkatan kapasitas dan kelembagaan peternak.

Curated For You

Editorial Team

Related Article