Polresta Balam Bakal Patroli Amankan Rumah Terdampak Angin Kencang

- Polresta Bandar Lampung patroli ke wilayah warga terdampak angin kencang di Kota Tapis Berseri
- Kapolresta Alfred Jacob Tilukay menyampaikan rasa prihatin dan mengimbau warga untuk bahu-membahu menjaga keamanan lingkungan
- Lurah Gunung Terang memperkirakan ada sekitar 30 rumah terdampak, dengan lima rumah masuk kategori parah dan GOR bulutangkis habis separo
Bandar Lampung, IDN Times - Polresta Bandar Lampung bakal patroli ke wilayah warga yang terkena dampak dari angin kencang di Kota Tapis Berseri.
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfred Jacob Tilukay mengatakan, patroli tersebut dilakukan karena adanya pemadaman yang terjadi akibat dari robohnya pohon dan terbangnya atap rumah.
"Untuk sementara akan ada pemadaman agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Dari segi keamanan kita akan bekerja sama dengan Linmas," katanya saat meninjau lokasi angin kencang di Bandar Lampung, Selasa (4/2/2025).
1. Bakal bantu warga

Alfred menyampaikan rasa prihatinnya atas musibah terjadinya angin kencang menimpa warga Bandar Lampung tersebut.
"Kami turut prihatin apa yang terjadi saat ini dan kami sedang mendata berapa banyak yang terdampak," ujarnya.
2. Gotong royong

Alfred juga mengimbau kepada warga untuk saling bahu-membahu bergotong royong guna menjaga keamanan dari lingkungan yang mereka tinggali.
"Rumah warga ini ada yang atapnya dari mana pindah kemana yang lebih tahu kondisi sini pak lurah, lalu ada babinkantibnas. Jadi kita bekerja sama bahu membahu yang pasti malam ini yang utama kita upayakan keamanannya karena kondisi padam sehingga jarak pandangnya terbatas," jelasnya.
3. 30 rumah terdampak

Lurang Gunung Terang, Bandar Lampung, Abizar Alghifari memperkirakan, ada 30 rumah yang terdampak dari angin kencang tersebut.
"Kategorinya sementara masuk sedang, ada kurang lebih lima rumah yang masuk kategori parah dan ada GOR bulutangkis habis separo," katanya.
Ia juga menyampaikan kejadian tersebut merupakan kali pertama terjadi di lingkungan tersebut. "Sebelumnya di sini baru kali ini terjadi seperti ini. Biasanya banjir ini kami juga kaget ini tidak biasanya terjadi seperti ini," jelasnya



















