PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat kinerja operasional solid Kuartal I 2025. (Dok. PGN).
Direktur Utama PGN Arief K Risdianto menjelaskan, selain coal-bed methane (CBM), PGN juga mencoba meraih potensi pasokan dari biomethane yang bersumber dari limbah kelapa sawit dan Synthetic Natural Gas (SNG). Potensi pasokan dari ketiga sumber ini sangat besar di Sumatera Selatan.
"Upaya menjaga kestabilan pasokan sekaligus memanfaatkan sumber daya alam tersedia di Sumatera Selatan, PGN melaksanakan pengembangan infrastruktur injection point," jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (6/7/2026).
Infrastruktur ini sebagai titik pengumpul gas, di mana gas yang bersumber dari tiga pasokan, baik dari coalbed methane, dari biomethane ataupun juga sumber lainnya akan dikumpulkan yang kemudian akan masukkan ke dalam pipa transmisi yang sudah ada,” jelas Arief.
Integrasi infrastruktur berbasis pipeline dan non-pipeline menjadi kunci utama efektivitas penyerapan energi ini. Kendati kesiapan operasional, PGN menggarisbawahi percepatan proyek strategis ini membutuhkan dukungan dari seluruh stakeholder