Penembak Kantor MUI Pakai Air Gun, Polisi Temukan Kartu Shooting Club

Bandar Lampung, IDN Times - Polisi mulai menemukan titik terang ihwal asal muasal sepucuk senjata jenis air gun digunakan pelaku penembakan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat di Jakarta.
Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Indrawienny Panjiyoga mengatakan, petunjuk terkait kepemilikan senjata air gun itu, seiring ditemukan kartu shooting club bersamaan dengan identitas pelaku Mustopa usai dilakukan upaya penangkapan.
"Itu masih didalami, tim di Jakarta pun masih mendalami dari shooting club yang ada di kartu tersebut, yang kami temukan di TKP," ujarnya saat konferensi pers di Polda Lampung, Rabu (3/5/2023).
1. Terbuka peluang minta keterangan pihak eksternal

Indrawienny mengungkapkan, tim penyidik juga tidak menutup kemungkinan akan memintai keterangan dari pihak-pihak eksternal semisal MUI maupun para saksi lainnya berkaitan dengan insiden tersebut.
"Ini masih harus kita diskusikan dan tentu bakal didalami lagi dari pihak-pihak eksternal yang lain," terangnya.
2. Polisi gandeng Apsifor

Polisi turut menggandeng tim Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor) untuk mendalami dan melaksanakan autopsi terhadap pelaku.
Dikatakan Indrawienny, upaya tersebut juga guna menelusuri kepribadian dan motif dari pelaku penembakan bernama Mustopa warga Desa Sukajaya, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran tersebut.
"Hasil masih kami lakukan pendalaman, karena pemeriksaan dilakukan harus komprehensif dan melibatkan banyak tim, serta ada beberapa dokumen yang akan didalami," ucapnya.
3. Rumah pelaku di Pesawaran digeledah

Indrawienny juga menginformasikan, tim penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya didampingi penyidik Ditreskrimum Polda Lampung telah melaksanakan penggeledahan di rumah Mustopa berada di Kabupaten Pesawaran.
Hasilnya, polisi menemukan dan mengamankan beberapa dokumen, kini masih didalami dan diteliti tim penyidik maupun tim Apsifor.
"Ada tulisan-tulisan yang ditulis langsung oleh pelaku, dan itu masih kita dalami dan disesuaikan dengan dokumen kami temukan di tas pelaku di TKP," tandas kasubdit.



















