Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pembakaran PT BSA, Polisi Periksa Puluhan Warga dan Security
Peristiwa pembakaran fasilitas di PT BSA oleh massa di Anak Tuha, Lampung Tengah pada 12 Agustus 2026. (IDN Times/Istimewa).
  • Polisi dan Polda Lampung memeriksa sekitar 50 orang, termasuk warga, karyawan, saksi, serta petugas pengamanan, untuk mengusut pengrusakan dan pembakaran fasilitas PT BSA di Lampung Tengah.
  • Sejumlah warga masih berada di lahan perusahaan, tetapi tidak di sekitar kantor PT BSA. Nilai kerugian belum dipastikan karena aset terdampak masih diinventarisasi dan diperiksa forensik.
  • Belum ada tersangka dalam kasus ini. Polisi menyatakan penetapan pihak yang bertanggung jawab akan dilakukan setelah penyidik mengantongi alat bukti yang cukup.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Tengah, IDN Times - Polisi telah memeriksa puluhan orang dalam proses penyelidikan kasus pengerusakan dan pembakaran fasilitas PT Bumi Sentosa Abadi (BSA) di Kabupaten Lampung Tengah.

Kapolres Lampung Tengah, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon mengatakan, penyelidikan kasus tersebut masih terus bergulir. Polisi juga telah menerima perwakilan massa melakukan aksi demonstrasi terkait kasus tersebut.

"Kami pada hari ini, Polda dan saya di sini juga ikut menerima para perwakilan dari pengunjuk rasa pasca terjadinya pengrusakan dan pembakaran di PT BSA. Proses penyelidikan terus berjalan yang dilakukan oleh Polda Lampung," ujarnya dimintai keterangan, Rabu (19/8/2026).

1. Periksa karyawan hingga petugas pengamanan

Peristiwa pembakaran fasilitas di PT BSA oleh massa di Anak Tuha, Lampung Tengah pada 12 Agustus 2026. (IDN Times/Istimewa).

Dalam proses penyelidikan perkara, Charles menjelaskan, total 50 orang telah dimintai keterangan. Mereka terdiri dari masyarakat, karyawan, saksi, hingga petugas berada di lokasi untuk melakukan pengamanan sebelum maupun setelah terjadi pengrusakan.

Menurutnya, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami rangkaian peristiwa sekaligus mengungkap pihak-pihak bertanggung jawab atas pengrusakan dan pembakaran fasilitas perusahaan tersebut.

"Untuk total kurang lebih hampir kurang lebih 50 orang yang diambil keterangan dari berbagai pihak kelompok masyarakat, termasuk petugas pengamanan," ucapnya.

2. Warga masih bertahan di lahan perusahaan

Rekaman video dugaan aksi pengrusakan lingkungan kantor PT BSA, Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah. (Dok. Istimewa).

Charles turut membenarkan masih terdapat warga yang berada di kawasan lahan perusahaan. Namun, mereka disebut tidak lagi berada di sekitar area kantor PT BSA.

Terkait total kerugian akibat kerusakan dan pembakaran, polisi belum dapat memastikan nilainya. Saat ini, pihak terkait masih melakukan inventarisasi terhadap aset-aset perusahaan yang terdampak.

"Masih diinventarisir dan didata. Barang-barang yang akan dilakukan pemeriksaan laboratorium forensik sudah dikirim pada hari ini," kata Charles.

3. Belum ada tersangka

Massa karyawan swasta Sungai Budi Group menggelar aksi demontrasi di Polda Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Meski pemeriksaan terhadap puluhan orang telah dilakukan, Charles menambahkan, petugas hingga kini belum menetapkan status tersangka dalam kasus tersebut. Ia menegaskan, penetapan tersebut akan dilakukan setelah penyidik memperoleh alat bukti yang cukup, untuk menentukan pihak bertanggung jawab.

"Belum, masih dalam proses. Nanti alat buktinya yang menyampaikan siapa-siapa yang bertanggung jawab terhadap aksi pengrusakan tersebut," imbuh Kapolres.

Curated For You

Editorial Team

Related Article