Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rencana Tol Lematang-Pelabuhan Panjang Kian Dekat, Masih Tunggu Penlok

Bandar Lampung
2 min read
Rencana Tol Lematang-Pelabuhan Panjang Kian Dekat, Masih Tunggu Penlok
Aktivitas ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter). (DOK PT BTB Toll).
  • Pemprov Lampung menunggu pengajuan penetapan lokasi dari Kementerian PUPR atau PT Hutama Karya, setelah rancangan teknis Tol Lematang-Pelabuhan Panjang dinyatakan rampung.

  • Penetapan lokasi memerlukan sosialisasi kepada warga terdampak sebelum pengadaan tanah dimulai; pembangunan fisik baru berjalan setelah kedua tahapan tersebut selesai.

  • Trase tol akan disesuaikan dengan kontur berbukit hingga bergunung dan perhitungan investasi, sementara Hutama Karya masih membahas pembiayaan proyek.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Rencana pembangunan Tol Lematang-Pelabuhan Panjang mulai memasuki tahapan lebih serius. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung kini menunggu pengajuan penetapan lokasi (Penlok) sebelum proses pengadaan tanah dimulai.

Kepala BMBK Lampung, M Taufiqullah mengatakan, Detail Engineering Design (DED) atau rancangan teknis tol tersebut telah rampung. Pengajuan Penlok nantinya dilakukan pihak yang mendapat penugasan pembangunan, baik Kementerian Pekerjaan Umum maupun PT Hutama Karya (HK).

"Dalam waktu dekat, mungkin teman-teman dari Hutama Karya atau dari Kementerian Pekerjaan Umum minta untuk penetapan Penlok ke provinsi. Sedangkan progres yang lain terkait dengan DED dan untuk yang lain-lain itu sudah diselesaikan," ujarnya, Senin (5/10/2026).

  1. 1. Penlok jadi tahapan sebelum pengadaan tanah

    Potret udara penetapan delay system di rest area ruas Bakter. (Dok. PT BTB).
    Potret udara penetapan delay system di rest area ruas Bakter. (Dok. PT BTB).

    Taufiq menjelaskan, Penlok ditetapkan gubernur setelah instansi yang membutuhkan tanah mengajukan permohonan kepada Pemprov Lampung.

    Setelah pengajuan diterima, pemerintah akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terdampak sebelum Penlok diterbitkan. Waktu prosesnya bergantung pada luas lahan, jumlah desa, serta masyarakat yang terdampak.

    "Begitu sudah selesai sosialisasi dan lain sebagainya, gak ada yang komplain, gak ada yang merasa dirugikan kalau itu memang mau dibangun, baru nanti kita terbitkan Penlok," katanya.

    Taufiq menegaskan, pembangunan fisik belum dapat dimulai setelah DED rampung. Masih ada tahapan Penlok dan pengadaan tanah.

    "Penlok-nya harus ditetapkan dulu untuk pengadaan tanahnya. Setelah nanti Penlok diterbitkan, baru nanti pengadaan tanahnya. Nanti setelah pengadaan tanahnya, baru struktur dimulai," lanjut dia.

  2. 2. Trase tol disesuaikan kondisi medan

    Penampakan ruas tol Bakter, Provinsi Lampung. (Dok. PT BTB).
    Penampakan ruas tol Bakter, Provinsi Lampung. (Dok. PT BTB).

    DED juga bakal digunakan untuk menentukan trase tol dengan mempertimbangkan kondisi geografis, struktur, serta nilai investasi kedepannya.

    Menurut Taufiq, jalur tol akan melewati kawasan dengan kontur berbukit hingga bergunung. Karena itu, trase tidak selalu dipilih berdasarkan jarak terpendek.

    "Kalau misalkan ada gunung, dibuat terowongan ataupun dibuat jalur mutar-mutari gunung. Itu nanti dihitung strukturnya, nilai ekonomisnya berapa, berapa investasinya," ucap dia.

  3. 3. Investasi masih dibahas Hutama Karya

    Aktivitas ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter). (DOK. PT BTB)
    Aktivitas ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter). (DOK. PT BTB)

    Sejalan dengan upaya tersebut, Taufiq menambahkan, pembahasan investasi dan pembiayaan pembangunan masih dilakukan pihak Hutama Karya.

    "Progresnya berjalan itu kayaknya teman-teman di HK terkait dengan investasi kaitannya dengan pembiayaan," kata Taufiq.

    Oleh karenanya, ia menilai penyelesaian DED dan proses menuju Penlok menunjukkan rencana Tol Lematang-Pelabuhan Panjang mulai bergerak dari sekadar rencana menuju tahap yang lebih konkret. "Setidaknya, harapan itu sudah ada. Bahwa ini bukan cuma angan-angan, bukan cuma cerita-cerita, bahwa ini akan segera," imbuhnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More