Gede mengatakan, fokus pembangunan jaringan XL Axiata 2022 ini, sejumlah inisiatif telah mulai dijalankan sejak awal tahun mencakup beberapa aspek. Pertama, peningkatan customer experience.
Untuk hal ini, dilakukan penerapan intelligence and automation guna meningkatkan kemampuan jaringan, yang meliputi otomatisasi pada konfigurasi jaringan, optimasi, self-diagnostic, serta pemulihan jaringan. Selain itu, XL Axiata juga sudah mengimplementasi automated optimization untuk VoLTE services, serta value-based planning tools yang melibatkan beberapa aspek strategis bisnis dalam perencanaan jaringan.
"Dengan penerapan intelligence and automation ini, XL Axiata dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi jaringan secara lebih cepat, dimana intelligence and automation ini diaplikasikan pada proses perencanaan hingga pengoperasian jaringan," paparnya.
Aspek kedua, memberikan pengalaman layanan digital lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Misalnya, penyediaan layanan terintegrasi untuk mobile consumer dan home serta penyediaan kapasitas jaringan sesuai kebutuhan tiap area.
Aspek ketiga, reliable service experience atau pengalaman layanan yang lebih andal. Untuk aspek ini, XL Axiata menargetkan 100 persen availability dengan menambah 12.000 BTS LTE900 yang menjangkau 343 kota, serta menambah 100 BTS 5G di 3 kota. Selain itu, XL Axiata juga menambah 2 lokasi core, 6.000 site fiberisasi dan 20.000 km tambahan fiber untuk menjamin realtime high-performance, lag-free experience bagi pelanggan.