Comscore Tracker

Terduga Teroris Ditangkap di Lampung Pendiri Jamaah Islamiah

Terlibat sejumlah pengeboman gereja dan kedubes

Bandar Lampung, IDN Times – Kabid Humas Polda Lampung, Zahwani Pandra Asryad merinci 23 terduga teroris yang dipindahkan dari Mako Brimob Polda Lampung ke Mako Brimob Polri di Depok, Rabu (16/12/2020).

Perpindahan para terduga teroris itu melalui jalur transportasi udara dari Bandar Udara Radin Inten II, Natar, Kabupaten Lampung Selatan. “Mereka yang tertangkap ini dibawa ke Mako (Brimob) Kelapa Dua untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Pandra sapaan akrab pria ini.

1. Carter pesawat khusus

Terduga Teroris Ditangkap di Lampung Pendiri Jamaah Islamiah23 terduga teroris yang dipindahkan dari Mako Brimob Polda Lampung ke Mako Brimob Polri di Depok, Rabu (16/12/2020). (IDN Times/Istimewa)

Sebanyak 23 terduga teroris berangkat dari Bandar Udara Radin Inten II, Natar, Lampung Selatan menuju Bandar Udara Soekarno-Hatta pukul 11.38 WIB. Densus 88 carter pesawat terbang Batik Air khusus mengangkut para terduga teroris.

"Kondisi 23 tersangka terorisme ini dalam keadaan sehat. Satu persatu dikeluarkan dari bus menuju pesawat. Mereka dikawal anggota di kanan kiri depan belakang mengenakan (senjata) laras panjang," kata Pandra.

Baca Juga: [BREAKING] Terduga Teroris Lampung Diangkut Tiga Bus Menuju Bandara

2. Inisial dan lokasi penangkapan terduga teroris

Terduga Teroris Ditangkap di Lampung Pendiri Jamaah IslamiahIlustrasi teroris (IDN Times/Mardya Shakti)

Pandra menjelaskan, para terduga teroris itu adalah SH (36) ditangkap di Kota Metro; IY (44) ditangkap di Pringsewu; RK (34) ditangkap di Pringsewu. Terduga teroris lainnya yaitu S (45) ditangkap Densus 88 di Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung. Selanjutnya ada SS (47), warga Kecamatan Kedaton yang juga ditangkap di Panjang, Bandar Lampung.

Terduga teroris SAB (48), warga Pesawaran ditangkap di di Raman Utara, Kabupaten Lampung Tengah. AHS (46), asal Purbolinggo Lampung Timur ditangkap di Raman Utara, Kabupaten Lampung Tengah. IM (30), warga Pringsewu juga ditangkap di lokasi yang sama.

Selanjutnya ada A (45) warga asal Bekasi Selatan, Jawa Barat ditangkap Densus 88 di Natar, Lampung Selatan. Terduga MS (44), warga Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, ditangkap di Jambi; AP (43) asal Pelalawan tertangkap di Riau.

Ada juga SS (31), asal Pelalawan ditangkap di Riau. S (55), warga Alang-alang Lebar, Kota Palembang, ditangkap di Riau. A (35), warga Talang Kelapa ditangkap di Sumatera Selatan.

Terduga Teroris inisial UL alias TB (42) yang diduga banyak terlibat radikalisme di Poso ditangkap di Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah. B (43), warga Karang Anyar, Lampung Selatan ditangkap di Natar, Lampung Selatan.

Ada juga DRW (34), warga Kecamatan Metro Pusat, Metro, ditangkap di Jambi. W (45), asal Terbanggi Besar, juga dibekuk di Lampung Tengah.

Terduga teroris  DN (21), ditangkap di Penengahan, Lampung Selatan; Z alias AS (57), dibekuk di Probolinggo, Lampung Timur. Terduga teroris inisial K (51) warga Metro Timur, ditangkap di Probolinggo, Lampung Timur; IS alias U (45) warga Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan ditangkap di Riau. Terakhir, HY (42), warga Terusan Nyunyai, Lampung Tengah diringkus di Riau.

3. Ada terduga teroris pendiri Jamaah Islamiah

Terduga Teroris Ditangkap di Lampung Pendiri Jamaah IslamiahIlustrasi teroris (IDN Times/Sukma Shakti)

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, mengemukakan, dari 23 terduga teroris yang diamankan di sejumlah wilayah oleh Densus 88, tercatat memiliki rekam jejak terkait radikalisme dan terorisme.

Ia mencontohkan, terduga Z alias AS masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait peristiwa Bom Bali 2002. Z salah satu pendiri Jamaah Islamiah (JI) bersama tersangka AS dan ABB

“Mereka juga menyusun pedoman umum perjuangan Al Jamaah Al Islamiyah, Qoid Askari (panglima militer) Jamaah Islamiah yang bertanggung jawab dalam menyusun strategi seluruh operasi  serta sasaran serangan yang dilakukan oleh Jamaah Islamiah,” papar Pandra.

4. Terlibat sejumlah aksi pengeboman sejak tahun 2000

Terduga Teroris Ditangkap di Lampung Pendiri Jamaah IslamiahIlustrasi Bom (IDN Times/Mardya Shakti)

Pandra mengatakan, kelompok Jamaah Islamiah terlibat dalam serangan  bom kedutaan Filipina tahun 2000, bom malam Natal di Gereja Katedral Jakarta, Gereja di Medan, dan di kawasan Atrium Senen.

Kelompok ini juga terlibat aksi bom HKBP Jakarta Timur tahun 2000, Bom Bali 2002, bom di JW Marriot Mega Kuningan Jakarta (2003). Mereka juga terlibat aksi bom di Kedutaan Australia (2003), serta kerusuhan di Ambon dan Poso.

Baca Juga: [BREAKING] Densus 88 Pindahkan 23 Terduga Teroris Lampung ke Jakarta

Topic:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya