Comscore Tracker

140 SPBU di Lampung Layani Transaksi Nontunai Pembelian BBM

Jumlah SPBU bisa transaksi nontunai tertinggi di Sumbagsel

Bandar Lampung, IDN Times - PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region II Sumbagsel mencatat, sebanyak 140 Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di Lampung sudah bisa melakukan metode pembayaran nontunai melalui aplikasi MyPertamina. Jumlah SPBU bisa transaksi nontunai itu tertinggi di wilayah Sumbagsel.

Hingga saat ini, tercatat ada 414 SPBU Pertamina se-Sumbagsel, yang sudah bisa melakukan metode pembayaran nontunai melalui aplikasi MyPertamina. Selain Lampung, 28 SBPU di Bengkulu, 70 di Jambi, 46 di Kepulauan Bangka Belitung, dan 130 Sumatera Selatan.

1. Konsumen membayar sejumlah angka rupiah yang tertera di meteran dispenser

140 SPBU di Lampung Layani Transaksi Nontunai Pembelian BBMIlustrasi transaksi nontunai pertamina. (IDN Times/pertamina.com)

Region Manager Communication, Relations & CSR Sumbagsel, Dewi Sri Utami, mengatakan, pihaknya mendorong penggunaan fasilitas transaksi nontunai untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Menurutnya, menggunakan metode pembayaran nontunai, diharapkan dapat meminimalisir kontak langsung saat bertransaksi.

"Metode transaksi digital ini lebih aman dibandingkan penggunaan uang kertas biasa. Konsumen membayar sejumlah angka rupiah yang tertera di meteran dispenser meski bukan angka bulat," terang Dewi, Kamis (27/8/2020).

Dewi mencatat, sudah 6.426 transaksi nontunai dilakukan di SPBU Pertamina Sumbagsel hingga pertengahan Agustus 2020. Ia menyatakan, salah satu keunggulan transaksi e-wallet/nontunai melalui aplikasi MyPertamina adalah lebih praktis dan efisien. “Saat transaksi tidak perlu repot menyiapkan uang tunai dan kembalian," imbuhnya.

Baca Juga: Pertamina Optimistis Kinerja 2020 Positif Meski Pandemik Masih Melanda

2. Ada promo cashback 30 persen

140 SPBU di Lampung Layani Transaksi Nontunai Pembelian BBMIlustrasi Diskon (IDN Times/Arief Rahmat)

Transaksi melalui MyPertamina selain praktis dan efisien, memiliki keuntungan yang bisa didapat melalui berbagai promo. Salah satunya adalah Promo Merdeka MyPertamina dengan Cashback 30% selama periode promo mulai 1 Agustus hingga 31 Agustus 2020.

"Cara mendapatkan promo Pertamina, yaitu dengan mengunduh aplikasi MyPertamina melalui Play Store atau Apple Store dan mengaktifkan fitur LinkAja. Promo ini hanya berlaku untuk transaksi secara nontunai melalui LinkAja yang terintegrasi dengan MyPertamina," jelas Region Manager Communication, Relations & CSR Sumbagsel, Dewi Sri Utami.

3. Target bangun tujuh titik BBM Satu Harga di daerah terluar Lampung

140 SPBU di Lampung Layani Transaksi Nontunai Pembelian BBMPT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region II mengejar target pembangunan 15 titik BBM Satu Harga di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) . (Istimewa/pertamina.com)

PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region II mengejar target pembangunan 15 titik BBM Satu Harga di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) sebagai mandat dari pemerintah terkait program BBM Satu Harga di tahun 2020. Dari target 83 titik BBM Satu Harga secara nasional, 15 titik berada di wilayah Sumbagsel.

Region Manager Communication Relations & CSR Sumbagsel, Dewi Sri Utami, mengatakan, ke -15 lokasi BBM Satu Harga tersebut berada di Provinsi Bengkulu sebanyak tiga titik, Sumatera Selatan sebanyak lima titik, dan di Provinsi Lampung sebanyak tujuh titik. Konsep Program BBM Satu Harga, pihaknya membangun lembaga penyalur resmi di wilayah terpencil untuk dapat menyediakan Premium dan Solar sesuai harga yang diatur oleh pemerintah atau sama dengan yang dinikmati oleh masyarakat di kota besar.

“Pertamina banyak menghadapi tantangan dan risiko, khususnya saat mendistribusikan pasokan BBM ke wilayah-wilayah yang dinilai ekstrem. Untuk mencapainya, moda tansportasi yang digunakan beragam, antara lain darat, laut, hingga udara, agar pasokan energi bisa mencapai lokasi tujuan,” paparnya.

Baca Juga: Ini Bukti Pertamina Perkokoh Posisi sebagai Perusahaan Energi Dunia

Topic:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya