Maret 2025 Lampung Inflasi 1,58 Persen, BPS Ungkap Pemicunya

- Inflasi y-on-y Provinsi Lampung Maret 2025 sebesar 1,58 persen
- Kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,35 pada Maret 2024 menjadi 109,05 pada Maret 2025
- Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi antara lain makanan, minuman dan tembakau, pakaian dan alas kaki, rekreasi, olahraga dan budaya
Bandar Lampung, IDN Times - Hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung perkembangan harga berbagai komoditas pada Maret 2025 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.
Ketua Tim Statistik Distribusi, Muhammad Ilham Salam mengatakan, di 4 kabupaten/kota, pada Maret 2025 terjadi inflasi y-on-y sebesar 1,58 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,35 pada Maret 2024 menjadi 109,05 pada Maret 2025.
"Tingkat inflasi m-to-m tercatat inflasi sebesar 1,96 persen dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 0.57 persen," jelasnya melalui keterangan resmi diterima IDN Times, Rabu (9/4/2025).
1. Kenaikan inflasi dan perubahan indeks kelompok pengeluaran

Ilham menjelaskan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks (inflasi) kelompok pengeluaran.
Kelompok pengeluaran tersebut di antaranya, makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 3,76 persen, pakaian dan alas kaki 1,07 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,24 persen, kesehatan 1,36 persen transportasi 0,73 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 3,83 persen, pendidikan 5,64 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,40 persen.
Selanjutnya kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,97 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 5,84 persen dan informasi, komunikasi dan jasa keuangan yang mengalami deflasi sebesar 0,68 persen.
2. 4 kabupaten/kota mengalami inflasi secara year on year

Menurut Ilham, pada Maret 2025 seluruh kota IHK di Provinsi Lampung yang berjumlah 4 kabupaten/kota mengalami inflasi secara year on year (y-on-y). Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Mesuji sebesar 2,54 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,13.
Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu emas perhiasan sebesar 0,55 persen, bawang merah sebesar 0,50 persen, sigaret kretek mesin (skm) sebesar 0,45 persen, sekolah menengah atas sebesar 0,31 persen dan minyak goreng sebesar 0,27 persen.
Sementara itu, inflasi y-on-y terendah terjadi di Kota Metro yaitu sebesar 1,39 persen dengan IHK sebesar 107,25. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu cabai rawit sebesar 0,39 persen, emas perhiasan sebesar 0,27 persen, bahan bakar rumah tangga sebesar 0,23 persen, sigaret kretek mesin (skm) sebesar 0,16 persen dan kelapa sebesar 0,14 persen.
3. Inflasi tertinggi di Mesuji dan terendah di Bandar Lampung

Sedangkan secara m-to-m inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Mesuji yaitu sebesar 2,72 persen, dengan IHK sebesar 113,13. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m, yaitu tarif listrik sebesar 1,88 persen, bawang merah sebesar 0,46 persen, emas perhiasan sebesar 0,11 persen, tukang bukan mandor, dan telur ayam ras masing-masing sebesar 0,07 persen.
Kemudian, inflasi m-to-m terendah terjadi di Kota Bandar Lampung yaitu sebesar 1,54 persen, dengan IHK sebesar 107,54. Komoditas edar ini dalam memberikan andil inflasi m-to-m yaitu tarif listrik sebesar 1,21 persen, bawang merah sebesar 0,14 persen, bayam sebesar 0,06 persen, daging ayam ras sebesar 0,05 persen dan emas perhiasan sebesar 0,04 persen.





















