Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lelah Menunggu, Warga Way Kanan Pilih Patungan Swadaya Cor Jalan Rusak
Aksi warga Kelurahan Kasuipasar, Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan bergotong royong memperbaiki jalan rusak secara swadaya. (IDN Times/Istimewa)
  • Warga Kelurahan Kasuipasar, Way Kanan, bergotong royong memperbaiki jalan rusak parah dengan cara pengecoran beton setelah bertahun-tahun menunggu perbaikan dari pemerintah.
  • Aksi swadaya dilakukan di titik paling parah sepanjang dua kilometer, dengan dana patungan sekitar Rp8 juta hasil sumbangan warga untuk membeli bahan bangunan dan alat kerja.
  • Warga berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalan utama tersebut karena sudah lama menjadi keluhan dan sangat penting bagi aktivitas serta mobilitas masyarakat setempat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Way Kanan, IDN Times - Warga Kelurahan Kasuipasar, Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan gotong royong memperbaiki jalan rusak secara swadaya setelah bertahun-tahun menanti penanganan pemerintah tak kunjung tiba.

Berdasarkan video diterima IDN Times, memperlihatkan kegiatan gotong royong warga desa memperbaiki jalan pemukiman yang rusak parah dengan cara melakukan pengecoran beton. Terlihat sejumlah warga bahu-membahu mengerjakan pengecoran jalan.

Sebagian di antaranya bertugas mengoperasikan mesin molen untuk mengaduk adonan semen, pasir, dan kerikil. Di bagian jalan yang sedang dicor, terlihat beberapa orang pekerja meratakan permukaan adonan semen basah menggunakan roskam (alat pemelester), agar permukaan jalan menjadi rata dan rapi.

1. Akses jalan sulit dilalui kendaraan

Aksi warga Kelurahan Kasuipasar, Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan bergotong royong memperbaiki jalan rusak secara swadaya. (IDN Times/Istimewa)

Dalam video lainnya, turut mengabadikan momen sebelum atau saat persiapan perbaikan pekerjaan, memperlihatkan mobil pikap bermuatan penuh papan kayu di atas jalan tanah berbatu dan rusak parah.

"Nah inilah dia kawan-kawan, mobil macet mater gara-gara jalan rusak jadi kepentok. Tolong pemerintah pikirkan ini, jadi kawan-kawan rencana besok kita akan gotong royong ya di titik ini," kata perekam video.

Dari rekaman lain, memperlihatkan tumpukan material seperti pasir dan batu koral di pinggir jalan. Tampak belasan warga berkumpul, saling bekerja sama menyiapkan bahan bangunan dan memindahkan adonan semen menggunakan gerobak sorong menuju titik pengecoran.

Suasana gotong royong warga tersebut terekam hangat dan penuh kebersamaan.

2. Warga patungan perbaiki titik paling parah

Aksi warga Kelurahan Kasuipasar, Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan bergotong royong memperbaiki jalan rusak secara swadaya. (IDN Times/Istimewa)

Terkait aksi swadaya pengecoran jalan tersebut, warga setempat Muhammad Saleh mengatakan, ruas jalan rusak membentang sekitar dua kilometer mulai dari Donomulyo hingga Simpang Banjit. Namun karena keterbatasan dana, warga baru mampu memperbaiki satu titik kondisinya paling mendesak.

Menurutnya, jalan tersebut sudah lama menjadi keluhan masyarakat karena sering menyebabkan kendaraan, terutama mobil bermuatan hasil pertanian, terjebak bahkan tidak bisa melintas saat hujan. Kondisi jalan berlubang dan bergelombang juga kerap memicu kecelakaan bagi pengendara.

"Perbaikan dilakukan gotong royong dengan menimbun jalan pakai batu sabes sebelum dilakukan pengecoran. Sampai sepekan pelaksanaan, warga telah mengumpulkan dana swadaya sekitar Rp8 juta yang berasal dari sumbangan bersama," katanya dimintai keterangan, Rabu (22/7/2026).

3. Berharap pemerintah segera perbaiki jalan

Aksi warga Kelurahan Kasuipasar, Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan bergotong royong memperbaiki jalan rusak secara swadaya. (IDN Times/Istimewa)

Saleh melanjutkan, aksi gotong royong tersebut dilakukan karena warga tidak ingin terus menunggu perbaikan dari pemerintah yang tak kunjung terealisasi. Menurutnya, jalan tersebut memiliki peran penting sebagai akses utama aktivitas masyarakat sehingga kondisinya perlu segera ditangani secara menyeluruh.

Pasalnya, warga telah beberapa kali menyampaikan keluhan, termasuk mengajukan proposal kepada Pemerintah Kabupaten Way Kanan melalui perantara. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut.

"Ini benar-benar dari warga untuk warga. Kalau menunggu pemerintah, kami enggak tahu sampai kapan. Jadi kalau bukan kami yang bergerak, siapa lagi," imbuh Saleh.

Curated For You

Editorial Team

Related Article