Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Imbas Abu Vulkanik GAK, Ini Rute Jalan Balam Bakal Disemprot Damkarmat

Bandar Lampung
Imbas Abu Vulkanik GAK, Ini Rute Jalan Balam Bakal Disemprot Damkarmat
Masyarakat Bandar Lampung mulai merasakan dambak debu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)
  • Pemkot Bandar Lampung bersama Damkarmat, BPBD, dan Satpol PP menyemprot ruas jalan utama untuk mengurangi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menempel di permukaan.
  • Penyemprotan menyasar berbagai wilayah melalui pos siaga Damkarmat, termasuk jalan protokol seperti Yos Sudarso, Sudirman, Gajah Mada, Pangeran Antasari, hingga Kemiling dan Sukabumi.
  • Kegiatan dilakukan setiap hari selama abu masih berdampak; BPBD menyiapkan 20.000 liter air dan mengimbau warga memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times — Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui tim gabungan bakal menyemprot di sejumlah ruas jalan untuk mengurangi debu vulkanik imbas aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bandar Lampung, Anthoni Irawan, mengatakan penyemprotan dilakukan tim gabungan Damkarmat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Satpol PP.

"Untuk tadi malam kita telah melakukan penyemprotan. Mayoritas jalan-jalan protokol kita semprot dan hari ini kita lanjutkan kembali," katanya, Minggu (6/9/2026).

  1. 1. Penyemprotan dilakukan di sejumlah ruas jalan

    IMG_20260906_075059.jpg
    Penyemprotan yang dilakukan tim gabung di Bandar Lampung efek dari GAK. (BPBD Bandar Lampung)

    Anthoni membeberkan, penyemprotan dilakukan melalui sejumlah pos siaga Damkarmat yang tersebar di wilayah Bandar Lampung. Tim menyasar ruas jalan utama yang terdampak abu vulkanik.

    Dari Pos Siaga Bumi Waras, penyemprotan dilakukan di Jalan Yos Sudarso, Jalan Gatot Subroto, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sultan Hasanudin, Jalan Laksamana Malahayati, Jalan WR Supratman, Jalan Patimura, Jalan MS Salim Batubara, Jalan Slamet Riyadi, hingga Jalan Dr. Susilo dan Jalan Diponegoro.

    "Pos Siaga TKT menyasar Jalan Gajah Mada, Jalan Pangeran Antasari, Jalan Hayam Wuruk, Jalan TM Mangundiprojo, serta kawasan bawah flyover hingga Jalan KH Mun Munsoer," benernya.

    Penyemprotan juga dilakukan dari Pos TBU, Pos TKB, Pos Kemiling, Pos Sukabumi, Pos TBT, Pos Langkapura, Pos Kedaton, Pos Tanjung Senang, hingga wilayah yang dilayani dari Supply 022 Mako Tendean.

  2. 2. Dilakukan setiap hari selama abu masih berterbangan

    Kepala Dinas Damkarmat Bandar Lampung, Anthoni Irawan. (IDN Times/Muhaimin)
    Kepala Dinas Damkarmat Bandar Lampung, Anthoni Irawan. (IDN Times/Muhaimin)

    Anthoni mengatakan, kegiatan penyemprotan tersebut merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi dampak abu vulkanik di wilayah Kota Bandar Lampung.

    Menurutnya, kegiatan tersebut dilakukan sesuai arahan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana. Penyemprotan akan dilakukan secara rutin selama abu vulkanik masih berterbangan dan berdampak terhadap wilayah kota.

    "Tentunya giat ini sesuai arahan ibu wali kota untuk upaya penanggulangan debu di wilayah Kota Bandar Lampung. Bakal dilakukan setiap hari selama abu vulkanik masih berterbangan di Bandar Lampung," ujarnya.

    Tim gabungan akan terus memantau kondisi di lapangan dan melakukan penyemprotan pada ruas jalan yang dinilai membutuhkan penanganan.

  3. 3. BPBD siapkan 20.000 liter air

    IMG_20260906_075222.jpg
    Penyemprotan yang dilakukan tim gabung di Bandar Lampung efek dari GAK. (BPBD Bandar Lampung)

    Sekretaris Jenderal (Sekjend) BPBD Bandar Lampung, Edy Susanto mengatakan, menyiapkan empat mobil air dengan kapasitas 5.000 liter air setiap mobilnya.

    "Kita akan jalan jam 09:00 WIB nanti, kita menyiapkan total 20.000 liter air. Tapi, jumlah itu bisa bertambah tergantung kebutuhan nantinya" katanya.

    Edy mengimbau kepada masyarakat Bandar Lampung untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik. Menurutnya yang menempel di jalan dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan, terutama ketika kembali beterbangan akibat aktivitas kendaraan maupun angin.

    "Kami juga mengimbau kepada warga untuk memakai masker jika beraktivitas di luar rumah, terutama untuk yang berkendara," imbaunya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More