Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Karhutla Way Kambas Padam, tapi Luas Lahan Terbakar Belum Terdata

Kab. Lampung Timur
3 min read
Karhutla Way Kambas Padam, tapi Luas Lahan Terbakar Belum Terdata
Kebakaran lahan di Way Kambas. (Dok. TNWK)
  • Karhutla di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, dinyatakan padam pada 29 Oktober 2026, namun luas lahan terdampak belum terdata valid.

  • Petugas gabungan melanjutkan penyisiran, patroli, deteksi bara melalui darat dan drone, serta pembasahan lokasi untuk mencegah kebakaran susulan.

  • BPBD melaporkan seluruh titik pantauan bebas asap dan api setelah hujan; gajah jinak maupun liar dilaporkan jauh dari lokasi tanpa dampak langsung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Timur, IDN Times – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, telah dinyatakan padam, Kamis (29/10/2026).

Kepala Humas Balai TNWK, Riri Fitriandi, membenarkan api telah padam. Meski demikian, petugas masih melakukan penyisiran dan pemantauan secara berkala di area bekas kebakaran.

“Iya benar sudah padam,” kata Riri saat dikonfirmasi, Kamis (29/10/2026).

Riri menyampaikan petugas gabungan tetap melakukan pemeriksaan di lokasi untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan melalui deteksi api dan bara, baik secara langsung di lapangan maupun menggunakan drone.

"Petugas juga melakukan pembasahan atau mopping up menggunakan peralatan mekanis dan peralatan tangan untuk memastikan kondisi lokasi benar-benar aman," ujarnya.

  1. 1. Luas area terbakar belum diketahui

    IMG-20261029-WA0026.jpg
    Lahan yang terbakar di TNWK. (Dok. TNWK)

    Riri menyatakan, terkait luas kawasan terdampak kebakaran tersebut masih belum diketahui secara pasti. Belum tersedianya data valid mengenai luas lahan terbakar menjadi salah satu hal yang masih perlu dipastikan setelah proses pemadaman.

    "Pemantauan dari darat dan udara masih dilakukan agar titik panas yang mungkin tersisa dapat terdeteksi," ungkapnya.

    Ia menyampaikan, saat ini masih melakukan patroli di kawasan perairan juga tetap berlangsung, disertai imbauan kepada nelayan agar tidak mendekati kawasan TNWK.

  2. 2. BPBD pastikan titik pantauan bebas api

    Api rendah merambat di lantai hutan yang tertutup daun jarum kering dan kerucut pinus, dengan asap di latar belakang
    ilustrasi api merambat di serasah kering lantai hutan (unsplash.com/Emma Renly)

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung, Aswarodi, mengatakan hasil pemantauan menggunakan drone oleh Satgas Darat pada Rabu (28/10/2026) menunjukkan tidak ada asap maupun titik api di seluruh lokasi yang diperiksa hingga siang hari.

    “Berdasarkan pemantauan drone oleh Satgas Darat, pada Rabu, 28 Oktober 2026, seluruh titik yang dipantau hingga siang hari terpantau tanpa asap maupun titik api,” katanya.

    Ia menjelaskan, kondisi tersebut turut didukung hujan yang mengguyur kawasan operasi pada dini hari.

    Hujan dengan intensitas cukup deras turun sekitar pukul 01.20–02.45 WIB di sejumlah titik, yakni BOD 1, BOD 2, dan BOD 3. Hujan kemudian berlanjut dalam bentuk gerimis mulai sekitar pukul 03.20 WIB hingga pagi.

    Meski seluruh titik yang dipantau telah dinyatakan bebas dari asap dan api, petugas belum menghentikan pemantauan. Tim TNWK dijadwalkan tetap melakukan patroli serta deteksi dini selama beberapa hari ke depan untuk mengantisipasi kemungkinan kebakaran kembali terjadi.

  3. 3. Gajah jinak dan liar dilaporkan jauh dari lokasi

    Potret Gajah di Way Kambas (instagram.com/tamannasionalwaykambas)
    Potret Gajah di Way Kambas (instagram.com/tamannasionalwaykambas)

    Selain luas lahan terbakar, kondisi satwa di kawasan konservasi tersebut turut menjadi perhatian. Balai TNWK melaporkan gajah jinak maupun gajah liar berada jauh dari lokasi kebakaran.

    "Hingga laporan disampaikan, tidak ada laporan satwa liar yang terdampak langsung akibat karhutla tersebut," kata Riri.

    Petugas masih melanjutkan pemeriksaan di area bekas kebakaran untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah kebakaran berulang di kawasan Taman Nasional Way Kambas

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More