Keluh Kesah Guru-Siswa Bandar Lampung Lelah Kebanjiran: Sudah 3 Kali

- Banjir merendam wilayah Kota Bandar Lampung, termasuk SMPN 27
- Genangan air banjir dan lumpur menyebabkan kerusakan pada sekolah
- 18 dari 24 ruang kelas tergenangi air, siswa dan guru berharap solusi perbaikan drainase
Bandar Lampung, IDN Times - Banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung, Kamis (27/2/2025) malam. Rumah milik warga hingga bangunan fasilitas umum sekolah ikut terdampak.
Pantauan IDN Times, Jumat (28/2/2025), salah satu bangunan terdampak banjir SMPN 27 Bandar Lampung terletak di Jalan Raya Puri Gading, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Telukbetung Timur. Nampak, sisa-sisa genangan air banjir masih tertinggal di halaman utama sekolah setempat.
Bukan cuma itu, air banjir telah surut ikut meninggalkan lumpur kecoklatan di halaman sekolah hingga tiap sudah ruang maupun kelas SMPN 27 Bandar Lampung. Kondisi ini membuat para guru dibantu siswa-siswi sekolah berjibaku membersihkan sisa-sisa lumpur tersebut.
1. Banjir sudah tiga kali hampir SMPN 27 Bandar Lampung

Plt Kepala SMPN 27 Bandar Lampung, Eliya Suvawati mengatakan, peristiwa banjir melanda sekolah setempat usai hujan intensitas sedang hingga lebat mengguyur, Kamis (27/2/2025) petang hingga malam hari. Alhasil, air meluap akibat tak tertampung oleh saluran drainase.
Kondisi demikian diakui bukan pertama, melainkan menjadi yang ketiga kalinya sepanjang 2025. Namun, banjir kali ini merupakan yang terparah dibandingkan dua peristiwa sebelumnya.
"Yang terjadi kemarin, debit air itu sudah melebihi drainase depan, sehingga air masuk lewat celah-celah pagar dan gerbang sekolah. Ketinggian air hampir 30 Cm," katanya.
2. Meja belajar hingga sebagian buku perpustakaan terendam banjir

Akibat peristiwa banjir tersebut, sebanyak 18 dari total 24 ruang kelas dimiliki SMPN 27 Bandar Lampung digenangi air. Termasuk ruang guru, kepala sekolah, hingga perpustakaan ikut terdampak banjir.
Beruntung, banjir melanda sekolah setempat tidak menyebabkan kerusakan berat pada bangunan, namun sebagian besar meja belajar dan sebagian buku-buku ruang perpustakaan terendam oleh air banjir.
"Besar harapan kami menginginkan solusi terbaik untuk sekolah, mungkin kiranya bisa dilakukan perbaikan drainase. Kami berharap ada perbaikan kedepan, supaya kedepannya sekolah kami tidak terendam banjir lagi," ucap Eliya.
3. Siswa-siswi keluhkan banjir terus berulang

Harapan serupa turut dilontarkan Muhammad Asfar Maulana Putra. Salah satu siswa SMPN 27 Bandar Lampung ini mengaku amat prihatin dan sedih tempatnya sehari-hari menuntut ilmu harus terus-terusan terdampak banjir.
Para siswa-siswi cukup kewalahan harus membersihkan sisa-sisa banjir yang terus berulang, sehingga kegiatan belajar dan mengajar di sekolah harus ikut terganggu.
"Susah membersihkan bekas banjir. Harapan kami pemerintah bisa kasih solusi dan memberikan bantuan, sehingga banjir tak datang ke sekolah kami lagi," keluh siswa kelas 10 tersebut.



















