Januari 2022 Ada 130 Kasus COVID-19 dan 2,28 Persen BOR di Lampung

Bandar Lampung, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung mencatat, ada 130 temuan kasus baru konfirmasi positif COVID-19 periode Januari 2022. Catatan itu hasil kumulatif di 11 kabupaten/kota meliputi Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Utara, Metro, Tulang Bawang, Tanggamus, Pringsewu, Pesawaran, Lampung Tengah, dan Way Kanan.
"Situasi pandemik COVID-19 di Lampung per 30 Januari 2022 sudah dapat dikendalikan dimana angka kesembuhan sudah mencapai lebih dari 91,49 persen dan proporsi kasus aktif sebesar 0,83 persen," ujar Kepala Dinkes Provinsi Lampung, Reihana, Selasa (1/2/2022).
1. Peningkatan kasus baru COVID-19 di Lampung cenderung meningkat satu minggu terakhir

Berdasarkan pendataan tersebut, Reihana menjelaskan, kasus tersebar di 11 kabupaten/kota itu terdeteksi memiliki kecenderungan peningkatan kasus baru sepekan terakhir.
Meski demikian, peningkatan kasus baru ini juga perlu disikapi dengan positif karena ini merupakan bentuk kinerja petugas di lapangan telah melakukan skrining secara aktif. Itu termasuk skrining pada Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di satuan pendidikan.
"Langkah ini tentu sebagai upaya untuk menekan penularan kasus COVID-19 dan segera dilakukan tata laksana terkait isolasi dan karantina," ucapnya.
2. Sejumlah kabupaten/kota diingatkan lebih waspada

Atas penemuan kasus ini, Reihana mengingatkan perlu adanya peningkatan kewaspadaan di sejumlah kabupaten/kota yaitu Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Utara, Pesawaran.
Menurutnya, penemuan kasus jangan disimpan, namun harus segera dilaporkan dan ditatalaksanakan. "Ini juga salah satu kinerja pertugas dalam melakukan skrining kepada populasi berisiko,” ucap dia.
Selain itu, ia turut menginformasikan Bed Occupancy Rate (BOR) isolasi COVID-19 di rumah sakit pemberi pelayanan COVID-19 se-Provinsi Lampung puncak BOR terjadi 12 Juli 2021 yaitu, 85.6 persen dari 1.938 Bed. "Kalau untuk tahun 2022 pada 30 Januari 2022 BOR Isolasi yaitu, 2.28 persen dari 833 bed," lanjut Reihana.
3. Virus secara alamiah akan terus bermutasi

Juru Bicara Penanganan COVID-19 di Provinsi Lampung itu turut menjelaskan, perlu diketahui virus secara alamiah akan terus bermutasi, untuk mempertahankan hidupnya. Seperti halnya saat ini, varian Omicron merupakan salah satu mutasi virus COVID-19.
"Perbedaan utama Omicron dengan varian lain adalah penularan lebih cepat dan banyak. Namun tingkat perawatan dan tingkat keparahan kasus varian Omicron lebih rendah," imbuh Reihana.
Sebagai catatan, per 28 Januari 2022 di Indonesia total pasien terkonfirmasi Omicron ada 1.988, sebanyak 765 di antaranya sudah dinyatakan sembuh total.
"Pasien Omicron yang dirawat di RS ada 854 orang, dan dari 854 pasien yang dirawat, sebanyak 461 asimtomatik, bergejala ringan 334, bergejala sedang 54 orang, dan hanya 5 orang bergejala berat," tandasnya.



















