Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tim Gabungan Pemkab Lampung Selatan (Dok/Humas Pemkab Lamsel)
Tim Gabungan Pemkab Lampung Selatan (Dok/Humas Pemkab Lamsel)

Intinya sih...

  • Tak ditemukan praktik jual beras oplosan

  • Imbau masyarakat lapor jika temukan beras tak sesuai kualitas

  • Pemkab akan salurkan bantuan beras

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Selatan, IDN Times - Praktik pengoplosan beras kembali terungkap. Beras kualitas rendah dicampur dan dikemas ulang seolah-olah premium, lalu dijual dengan harga tinggi.

Modus ini tak hanya merugikan konsumen secara ekonomi, tapi juga berpotensi membahayakan kesehatan karena beberapa beras diduga mengandung zat pemutih. Menanggapi hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memastikan tidak ditemukannya praktik pengoplosan beras di wilayah Pasar Kalianda.

1. Tak ditemukan praktik jual beras oplosan

Illustrasi Pasar (Pexel/Nic Law)

Kepastian ini disampaikan usai tim gabungan Pemkab Lampung Selatan memantau langsung ke empat titik pedagang beras. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lampung Selatan, Eka Riantinawati memantau langsung ke Pasar Inpres Kalianda.

"Kami ingin memastikan langsung di lapangan karena isu beras oplosan saat ini menjadi perhatian nasional. Alhamdulillah di Kalianda tidak ditemukan praktik itu. Beras premium dijual sesuai jenisnya, begitu juga dengan beras medium," kata Eka Riantinawati, Rabu (16/7/2025).

2. Imbau masyarakat lapor jika temukan beras tak sesuai kualitas

Illustrasi Belanja (Pexel/Gustavo Fring)

Eka menjelaskan, harga beras premium di Pasar Kalianda sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp14.900/kg. Sedangkan beras medium Rp12.500/kg. Meski demikian, ia mengakui terjadi sedikit penurunan harga dalam beberapa hari terakhir.

“Kami mengimbau masyarakat untuk cerdas memilih beras. Jika menemukan indikasi oplosan atau harga tidak sesuai kualitas, segera lapor ke petugas pasar, UPT Pasar, atau Pemkab,” ujarnya.

3. Pemkab akan salurkan bantuan beras

Illustrasi Bantuan Sosial (Pexel/Ketut Subiyanto)

Menurutnya, sebagai langkah antisipasi gejolak harga, Pemkab Lampung Selatan juga akan menyalurkan bantuan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog kepada 106.415 Kepala Keluarga penerima.

“Insyaallah dalam waktu dekat akan kami distribusikan,” tambah Eka.

Ia berharap, langkah ini tidak hanya mampu menekan kenaikan harga sekaligus menjamin ketersediaan beras layak konsumsi bagi masyarakat Lampung Selatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team