Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hujan Deras dan Angin Kencang di Balam, Pohon Tumbang Timpa Mobil
Hasil tangkap layar pohon tumbang menimpah mobil di Pulau Damkar, Sukarame, Bandar Lampung. (IDN Times/istimewa)

Bandar Lampung, IDN Times - Hujan deras dan angin kencang melanda Kota Bandar Lampung, Selasa (4/2/2025) sore memicu pohon tumbang.

Berdasarkan video diterima IDN Times, ada sebuah pohon yang tumbang di Jalan Pulau Damar, Sukarame Bandar Lampung menimpah mobil yang sedang melintas.

"Pulau Damar ini ya ada pohon nimpah mobil, bagi yang ingin lewat sini diharap puter balik," kata seseorang yang merekam video tersebut.

Selain di Sukarame, ada juga sebuah pohon tumbang di Jalan Sultan Agung, Way Halim Bandar Lampung menghalangi lajur lalu lintas di sana. Pohon tumbang tersebut berada di depan Chandra Mart. 

"Info pohon tumbang di Jalan Sultan Agung tepatnya di depan Chamart jalur dua di depan proyek baru," jelas pria yang merekam video tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hujan mulai mengguyur kota Tapis Berseri pada pukul 15.00 WIB dan disertai angin kencang.

Diketahui, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung menginformasikan Bibit Siklon Tropis 99S terpantau semakin berkembang di Samudra Hindia dan berpotensi menjadi Siklon Tropis.

Masyarakat Lampung kembali diminta waspada angin kencang dan gelombang tinggi. Berdasarkan hasil analisis, Minggu (2/2/2025), pusat sirkulasi bibit siklon berada di sekitar 15.5°LS 100.4 BT, berada di luar wilayah tanggung jawab TCWC Jakarta.

Kecepatan angin maksimum terpantau 35 knot atau 65 Km per jam dan tekanan minimum sekitar 997 hPa.Dari pengamatan citra satelit aktivitas konvektif telah berlangsung dalam beberapa hari terakhir.

Analisis menunjukkan awan-awan konvektif telah membentuk pola lebih terorganisir khas pola siklogenesis dengan deep convection yang menunjukkan pola curved band.Kecepatan angin 30-35 knot terpantau terutama di selatan pusat sistem.

Pola sirkulasi siklonik yang tertutup telah terlihat di lapisan permukaan hingga menengah atau 10 meter. Ini menunjukkan penguatan dalam 24 jam terakhir.

"Kondisi ini mengakibatkan angin kencang di pesisir barat Lampung hingga Banten, serta gelombang tinggi hingga 4 meter di Samudra Hindia. Nelayan, masyarakat pesisir  dan pengguna transportasi laut harus ekstra waspada," ujar Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Meteorologi Lampung, Rudi Harianto, Senin (3/2/2025). 

Editorial Team

Related Article