Bandar Lampung, IDN Times - Mahasiswa di Provinsi Lampung terus menyuarakan kegelisahan bayang-bayang dampak kebijakan efisiensi anggaran pada bidang pendidikan. Isu kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) hingga beban biaya perkuliahan tak ubahnya mimpi buruk menjadi kenyataan.
Di Lampung, kebijakan termaktub dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tersebut santer menuai gelombang protes. Bahkan turut diwarnai aksi demontrasi aliansi mahasiswa gabungan dari berbagai perguruan tinggi.
"Sampai hari ini, para elite di pusat masih memperdebatkan adanya potensi kenaikan UKT hingga hilangnya beasiswa dan KIP kuliah. Jadi tujuan kami efisiensi anggaran ini untuk dikaji ulang, bukan berarti kami menolak," ujar Presma BEM Universitas Lampung (Unila), M Ammar Fauzan dikonfirmasi, Jumat (21/2/2025).
