Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Erupsi GAK, Pemkab Lamsel Siapkan Cadangan Pangan dan Sekolah Daring
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (24/8/2026). (Dok. Magma ESDM).
  • Erupsi Gunung Anak Krakatau sejak 4 September 2026 berpotensi menimbulkan abu vulkanik; Pemkab Lampung Selatan menghentikan sementara wisata ke Pulau Sebesi dan kawasan gunung.
  • Pemerintah memantau keselamatan pelabuhan dan penerbangan, membagikan masker serta membuka pos kesehatan; nelayan diminta menjauhi radius 3 kilometer, sementara sekolah dapat diliburkan atau daring.
  • Cadangan pangan dan opsi anggaran darurat disiapkan jika dampak berlanjut; BPBD mengoordinasikan penanganan, dengan pemantauan tiap tiga jam dan informasi dipusatkan melalui Diskominfo.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Selatan, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyatakan, berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, aktivitas erupsi terjadi sejak 4 September 2026 hingga saat ini diperkirakan akan menimbulkan dampak berupa abu vulkanik. Kondisi ini berbeda dengan erupsi besar pada 2018 yang disertai longsoran tubuh gunung dan memicu tsunami.

Meskipun demikian, pemerintah tetap mengambil langkah antisipatif secara menyeluruh. Itu merujuk hasil rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama secara daring semalam.

1. Aktivitas wisata ke Pulau Sebesi dan kawasan GAK dihentikan sementara

Ilustrasi berlayar (Pexels.com/Mike Bird)

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, menjelaskan langkah pertama yang dilakukan merujuk hasil rapat koordinasi adalah penghentian sementara aktivitas wisata menuju Pulau Sebesi dan kawasan Gunung Anak Krakatau.

Pemerintah kabupaten berkoordinasi dengan Polres Lampung Selatan untuk menutup akses wisata hingga kondisi dinyatakan aman dan normal kembali. Begitu juga sektor transportasi, Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan bekerja sama dengan ASDP, Bandar Udara Internasional Radin Inten II InJourney, dan KSOP untuk memantau dampak erupsi terhadap keselamatan penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni dan Dermaga Canti, serta terhadap penerbangan di bandara setempat.

"Seluruh aparatur kecamatan juga diminta untuk turun langsung ke lapangan guna membantu masyarakat dan memberikan imbauan agar warga mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama jika terjadi hujan abu vulkanik. Di bidang kesehatan, Satpol PP, Damkar, Dinas Kesehatan, BPBD, dan perangkat kecamatan bergerak membagikan masker dan mendirikan pos-pos kesehatan di setiap kecamatan sesuai kebutuhan," papar Hendry, Minggu (6/9/2026).

2. Dinas pendidikan siapkan opsi sekolah diliburkan atau belajar daring

Ilustrasi anak perempuan belajar daring (unsplash.com/Giovanni Gagliardi)

Terkait aktivitas nelayan, Hendry mengatakan, juga menjadi perhatian khusus. Nelayan diimbau untuk mengurangi aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau dan tidak mendekati kawasan gunung dalam radius paling dekat 3 kilometer, serta selalu mengikuti arahan dari petugas.

Bagaimana dengan sektor pendidikan? Ia menyatakan, Dinas Pendidikan diminta menyiapkan opsi peliburan sekolah atau pembelajaran daring jika erupsi berlanjut, dengan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.

"Seluruh langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan dan perlindungan maksimal bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan," jelas Hendry.

3. Cadangan pangan disiapkan

ilustrasi pangan (pexels.com/Matheus Cenali)

Hendry menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga menyiapkan langkah-langkah lanjutan untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya kondisi. Dinas Ketahanan Pangan diminta untuk menyiapkan cadangan pangan apabila erupsi abu berlanjut dan berdampak pada masyarakat serta nelayan.

Seluruh Perangkat Daerah juga dilibatkan sesuai dengan tugas pokok, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk membantu penanganan bencana secara terpadu. Di sisi anggaran, BPKAD Kabupaten Lampung Selatan diminta menyiapkan opsi Belanja Tidak Terduga (BTT) sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Jika kondisi bencana terus berlanjut. BPBD Kabupaten Lampung Selatan ditunjuk sebagai koordinator penanganan di tingkat daerah, dengan menyediakan nomor Call Center 0823-5892-4600 untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan atau informasi darurat.

4. Pelaporan berkala tiap 3 jam

ilustrasi laporan (pexels.com/Tiger Lily)

Untuk memastikan kesiapan dan respons yang cepat, tim penanganan bencana akan melakukan pemantauan dan pelaporan perkembangan kondisi secara berkala setiap 3 jam kepada Bupati Lampung Selatan. Selain itu, BPBD juga bertugas menyampaikan laporan kejadian, perkembangan, serta langkah-langkah yang telah dilakukan kepada Gubernur Lampung dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hendry menyatakan, agar informasi yang diterima masyarakat akurat, resmi, dan tidak menimbulkan kesimpangsiuran, seluruh publikasi terkait aktivitas dan penanganan erupsi Gunung Anak Krakatau dipusatkan melalui satu pintu, yaitu Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan. Dinas ini juga mengajak media massa dan media digital untuk ikut menyebarluaskan informasi resmi pemerintah daerah serta mengedepankan berita yang telah terverifikasi.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti arahan petugas serta hanya mempercayai informasi resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah dan instansi berwenang," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article