Ilustrasi perdagangan (pexels.com/Quintin Gellar)
Merujuk pertumbuhan ekonomi Lampung Triwulan II 2026, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto angkat bicara. Ia mengatakan, kinerja perekonomian Lampung yang tetap tinggi pada Triwulan II 2026 tercermin dari pertumbuhan sejumlah Lapangan Usaha (LU) utama.
Lapangan usaha yang dimaksud terutama LU Industri Pengolahan, LU Perdagangan Besar dan Eceran, serta LU Konstruksi. Kontribusi tiga LU itu masing-masing tumbuh sebesar 6,99 persen (yoy), 7,98 persen (yoy), dan 6,57 persen (yoy).
"Akselerasi LU Industri Pengolahan didorong oleh penguatan industri makanan, di antaranya pengolahan gula, jagung, dan tapioka. Kinerja industri gula meningkat sejalan dengan dimulainya musim tebang dan giling tebu 2026 yang diawali pada April 2026, sehingga mendorong peningkatan output industri makanan di Lampung," jelasnya, Kamis (6/8/2026).
LU Industri Pengolahan imbuh Bimo, juga ditopang oleh panen raya jagung serentak di Lampung yang diawali pada Mei 2026, serta ekspansi pengolahan singkong di Lampung yang berkontribusi 70 persen dari total produksi nasional. Sementara itu, LU Perdagangan menguat sejalan dengan meningkatnya aktivitas perdagangan luar negeri dan tetap kuatnya permintaan rumah tangga.