DPO Curas asal Lamtim Tewas Ditembak, Ternyata Komplotan Tangerang

- Polisi menembak mati JI, DPO kasus curas bersenjata asal komplotan Tangerang, setelah melakukan perlawanan saat pengembangan kasus di Lampung Timur.
- JI sempat dilumpuhkan dan dibawa ke RS Bhayangkara Bandar Lampung, namun meninggal dunia setelah kondisinya menurun saat pemeriksaan medis.
- Polisi masih memburu anggota komplotan lain serta menelusuri keberadaan senjata api yang digunakan kelompok tersebut dalam aksi pencurian dengan kekerasan.
Bandar Lampung, IDN Times – Seorang daftar pencarian orang (DPO) kasus pencurian dengan kekerasan (curas) berinisial JI ditembak mati polisi karena melawan polisi.
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, mengatakan penangkapan berawal dari penyelidikan kasus curas yang dilaporkan masyarakat. Dari hasil pengembangan, polisi mengetahui JI merupakan salah satu buronan yang masih diburu.
Selain itu, JI merupakan anggota komplotan curas bersenjata sebelumnya telah diungkap polisi di Tangerang.
"DPO tersebut adalah JI. Pelaku merupakan jaringan dan komplotan yang pernah kami tangkap sebelumnya di Tangerang," katanya, Kamis (4/5/2026).
1. Kerap beraksi dengan senpi

Menurut Gigih, kelompok tersebut dikenal kerap beraksi menggunakan senjata api. JI bahkan disebut pernah menodongkan senjata api kepada anggota Polresta Bandar Lampung saat upaya penangkapan sebelumnya.
Berbekal informasi yang diperoleh, polisi kemudian menuju ke Kecamatan Jabung, Lampung Timur dan menangkap JI di kediamannya.
"Saat dilakukan pengembangan, pelaku melakukan perlawanan aktif hingga menyebabkan anggota kepolisian terluka," ujarnya.
Polisi mengaku telah memberikan tembakan peringatan kepada pelaku. Namun, JI tetap berusaha melarikan diri sehingga petugas mengambil tindakan tegas terukur sesuai prosedur kepolisian.
"Pada saat pengembangan, pelaku melakukan perlawanan secara aktif sehingga anggota kami terluka. Tembakan peringatan sudah diberikan, tetapi tidak diindahkan," jelasnya.
2. Pelaku meninggal di rumah sakit

Usai dilumpuhkan, JI dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi pelaku masih sadar dan memiliki tanda-tanda vital yang baik.
"Saat proses pemeriksaan berlangsung, kondisi kesehatan JI menurun hingga akhirnya kembali mendapat penanganan medis lanjutan. Tim dokter kemudian menyatakan pelaku meninggal dunia," ujarnya.
3. Masih memburu lainnya

Selain menjadi bagian dari jaringan curas bersenjata, JI juga diketahui merupakan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor. Polisi turut menduga pelaku merupakan pengguna aktif narkotika jenis sabu dan ekstasi.
"Saat ini masih memburu anggota komplotan lainnya serta mendalami keberadaan senjata api yang diduga digunakan kelompok tersebut saat beraksi," tuturnya.
Sebelumnya, polisi telah mengamankan sejumlah anggota jaringan yang sama dalam pengungkapan kasus di Tangerang dan wilayah lainnya.


















