Diusung PDIP, Reihana Sosialisasi ke Warga Bagi Tote Bag Logo Gerindra

- Partai Gerindra Bandar Lampung menyayangkan Reihana sosialisasi sebagai bakal calon wali kota menggunakan atribut Partai Gerindra.
- Reihana melakukan sosialisasi di dalam rumah ibadah dengan menggunakan logo partai Gerindra dan membagikan tote bag gambar Gerindra dan Prabowo.
- Ketua DPC Gerindra Bandar Lampung, Asroni Paslah, menyerahkan laporan kepada Bawaslu terkait sosialisasi Reihana dan menyayangkan kurangnya pemahaman tim Reihana terhadap UU Pilkada dan PKPU.
Bandar Lampung IDN Times - Partai Gerindra Bandar Lampung menyayangkan Reihana sosialisasi sebagai bakal calon wali kota menggunakan atribut Partai Gerindra. Hal tersebut disampaikan Ketua DPC Gerindra Bandar Lampung, Asroni Paslah saat dihubungi, Kamis (12/9/2024).
"Pada prinsipnya kami sangat menyayangkan hal tersebut, beliau masih menggunakan atribut Partai Gerindra, sementara beliau kan tidak diusung sama Partai Gerindra. Terlebih yang tidak habis pikir beliau ini sosialisasi kampanye di dalam rumah ibadah," katanya.
1. Diusung PDIP, tapi tote bag berisi sajadah logo Gerindra dan gambar Prabowo

Diketahui, bakal calon wali kota Bandar Lampung Reihana melakukan sosialisasi menggunakan logo partai Gerindra di dalam rumah ibadah. Sosialisasi dilakukan di Masjid Baitul Makmur, Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Kemiling, Senin (9/9/2024).
Kepada masyarakat yang hadir di sosialisasi, Reihana membagikan tote bag gambar Gerindra dan Prabowo. Tote bag tersebut berisi sajadah.
Padahal, Reihana berpasangan bakal calon wali kota Aryodhia Febriansyah diusung PDI Perjuangan untuk maju sebagai calon wali kota Bandar Lampung.
2. Gerindra serahkan laporan ke Bawaslu

Merujuk hal itu, Asroni mengatakan, menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada Bawaslu terkait sosialisasi dilakukan Reihana. Ia menyampaikan, saat ini pihaknya sudah mengirim laporan kepada Bawaslu Bandar Lampung untuk ditindak lanjuti.
"Kami serahkan sepenuhnya dengan Bawaslu Sebagai lembaga yang berwenang. Sudah saya sampaikan ke Bawaslu Kota Bandar Lampung, untuk ditindaklanjuti," ujarnya.
3. Sayangkan tim pemenangan Reihana

Asroni juga menyayangkan tim dari Reihana tidak mengingatkan terhadap bakal calon wali kota Bandar Lampung tersebut. Ia mempertanyakan tim dari Reihana tersebut paham atau tidak dengan UU Pilkada dan PKPU.
"Kasihan aja sama Bu Reihana, timnya gak bisa ngasih masukan. Apa timnya gak baca aturan UU Pilkada dan PKPU," jelasnya.




















