Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Diupah Rp2 Juta, Sopir Bus Nekat Selundupkan 620 Ekor Burung ke Jawa
Pengungkapan penyelundupan 620 ekor burung di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Selasa (6/5/2026) malam. (Dok. Karantina Lampung)
  • Petugas gabungan menggagalkan penyelundupan 620 ekor burung di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, yang disembunyikan dalam bus antarkota menuju Pulau Jawa.
  • Sopir bus mengaku menerima bayaran Rp2 juta untuk membawa burung-burung tersebut, termasuk dua ekor satwa dilindungi jenis Ekek Layongan (Cissa chinensis).
  • Ratusan burung itu berasal dari Palembang dan akan dikirim ke Bekasi Timur tanpa dokumen karantina, menyalahi aturan serta membahayakan kelestarian satwa liar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Selatan, IDN Times - Praktik pengiriman satwa liar ilegal atau tanpa dokumen kembali berhasil digagalkan petugas gabungan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Sebanyak 620 ekor burung berbagai jenis disita saat hendak disebrangkan ke Pulau Jawa menggunakan sebuah bus antarkota, Selasa (6/5/2026) malam.

Kepala Karantina Lampung, Donni Muksydayan mengatakan, ratusan burung tersebut ditemukan dalam kondisi memprihatinkan setelah disembunyikan di area toilet hingga bagian belakang kabin bus untuk mengelabui pemeriksaan petugas.

“Kami menemukan ratusan burung yang disembunyikan untuk menghindari pemeriksaan petugas. Sopir mengaku menerima upah Rp2 juta untuk membawa seluruh burung itu ke Pulau Jawa,” ujarnya dikonfirmasi, Jumat (8/5/2026).

1. Terungkap berkat informasi masyarakat

Pengungkapan penyelundupan 620 ekor burung di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Selasa (6/5/2026) malam. (Dok. Karantina Lampung)

Donni melanjutkan, pengungkapan kasus ini bermula sekitar pukul 20.35 WIB setelah petugas gabungan dari Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Lampung, Polsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, dan NGO Flight Protecting Indonesia’s Birds menerima informasi kendaraan diduga mengangkut satwa liar menuju Pelabuhan Bakauheni.

Sekitar pukul 21.00 WIB, petugas berhasil menemukan bus yang dicurigai di pintu masuk pelabuhan saat tengah mengantre untuk menyeberang ke Pulau Jawa.

"Saat dilakukan pemeriksaan pada bagasi dan kabin bus, petugas menemukan puluhan keranjang serta dus berisi burung hidup yang disembunyikan di ruang sempit kendaraan. Total ada 25 keranjang dan 25 dus berisi burung berbagai jenis,” ungkapnya.

2. Dua ekor termasuk satwa dilindungi

Pengungkapan penyelundupan 620 ekor burung di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Selasa (6/5/2026) malam. (Dok. Karantina Lampung)

Dari hasil pendataan, Donni mengungkapkan, petugas menyita 620 ekor burung terdiri dari berbagai jenis. Mulai dari jalak kerbau sebanyak 220 ekor, ciblek (170 ekor), sikatan rimba dada coklat (54 ekor), kepodang (44 ekor), hingga poksai mandarin (36 ekor) .

Selain itu, ditemukan pula burung madu pengantin dan burung madu masing-masing (25 ekor), cipoh (20 ekor), murai air (9 ekor), pelatuk (8 ekor), prenjak (4 ekor), gelatuk (2 ekor), ekek layongan (2 ekor), serta cucak kopi (1 ekor).

"Dua ekor di antaranya diketahui merupakan satwa dilindungi jenis Ekek Layongan (Cissa chinensis), ini masuk daftar perlindungan berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan," ucapnya.

3. Burung dikirim dari Palembang ke Bekasi

Pengungkapan penyelundupan 620 ekor burung di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Selasa (6/5/2026) malam. (Dok. Karantina Lampung).

Berdasarkan pengakuan sopir, Donni menambahkan, ratusan burung tersebut dimuat dari sebuah agen di Palembang sekitar pukul 15.00 WIB dan rencananya akan dikirim ke wilayah Jatiwarna, Bekasi Timur kepada seseorang berinisial Z.

Menurutnya, praktik perdagangan satwa tanpa sertifikat kesehatan karantina tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan kelestarian satwa liar di Indonesia.

“Satwa dipaksa menempuh perjalanan panjang dalam kondisi sempit dan tidak layak. Tidak sedikit yang akhirnya mati sebelum sampai tujuan,” imbuhnya.

Editorial Team