- Auto blokir SMS penipuan
- Deteksi panggilan berisiko berbasis VoIP
- Pop-up notifikasi panggilan telepon sesuai tingkat risiko
- Ringkasan aktivitas mencurigakan melalui aplikasi
- Integrasi perlindungan Plus+ di myIM3 dan bima+
Demi Lindungi Pelanggan, Indosat Adang 2 Miliar Ancaman Spam dan Scam

- Indosat berhasil mendeteksi lebih dari 2 miliar panggilan, pesan, dan tautan berisiko spam serta scam dengan fitur Anti-Spam dan Anti-Scam.
- Fitur ini mendorong keterlibatan pelanggan dalam upaya pencegahan dengan lebih dari 2,5 juta orang telah mengaktifkan aplikasi ponsel untuk peningkatan pengalaman.
- Kolaborasi Indosat dengan Tanla turut berperan dalam mengembangkan sistem deteksi berbasis AI yang adaptif terhadap pola kejahatan digital.
Di tengah meningkatnya peran ponsel sebagai sarana utama komunikasi, transaksi, dan aktivitas ekonomi, perlindungan ruang digital kini menjadi kebutuhan mendasar.
Modus kejahatan digital semakin beragam dan mengancam masyarakat Indonesia. Laporan State of Scams in Indonesia 2025 dari Global Anti-Scam Alliance (GASA) menunjukkan hampir dua pertiga masyarakat Indonesia pernah menghadapi upaya penipuan, dengan lebih dari sepertiga menjadi korban dalam 12 bulan terakhir.
Rata-rata setiap korban mengalami penipuan hingga 2,2 kali. Selain itu, menurut data OJK, Sejak berdirinya Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) pada 22 November 2024-14 Januari 2026, IASC telah menerima pengaduan penipuan dari konsumen dengan total nilai kerugian mencapai Rp9,1 triliun, yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi, kepercayaan publik, dan kesejahteraan masyarakat.
1. Mendeteksi lebih dari 2 miliar panggilan, pesan, dan tautan berisiko spam serta scam

Data internal Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) menunjukkan, sebagian besar ancaman berasal dari modus penipuan OTP, phishing, dan undian palsu, dengan saluran utama melalui SMS dan panggilan suara. Aktivitas mencurigakan juga meningkat pada periode tertentu, seperti menjelang hari raya, musim belanja daring, dan masa pencairan bantuan sosial.
Merujuk hal itu,berhasil mendeteksi lebih dari 2 miliar panggilan, pesan, dan tautan berisiko spam serta scam enam bulan sejak diluncurkan, fitur Anti-Spam dan Anti-Scam. Berbasis kecerdasan artifisial (AI) dan dikembangkan bersama mitra teknologi strategis, Tanla lewat platform berbasis AI-nya, Wisely AI, sistem ini secara konsisten melindungi 100 persen pelanggan dari potensi penipuan digital.
Melalui penguatan fitur ini, Indosat tidak hanya menghadirkan konektivitas yang andal, tetapi juga rasa aman bagi pelanggan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
2. Dorong keterlibatan pelanggan dalam upaya pencegahan

Lebih dari sekadar memblokir ancaman, fitur ini juga mendorong keterlibatan pelanggan dalam upaya pencegahan. Sejak diluncurkan, lebih dari 2,5 juta orang telah mengaktifkan aplikasi ponsel untuk peningkatan pengalaman dan mencatatkan lebih dari 124.000 nomor yang digunakan untuk aksi penipuan.
Dari sisi dampak sosial dan ekonomi, sistem perlindungan ini membantu pelanggan terhindar dari risiko kehilangan dana, gangguan usaha, hingga penyalahgunaan data pribadi. Manfaat perlindungan ini dirasakan secara signifikan, terutama oleh segmen UMKM, lansia, dan pelanggan di wilayah dengan tingkat kerawanan yang lebih tinggi.
Selain itu, fitur ini membantu mencegah potensi kerugian finansial sebesar 500 juta juta dolar AS. Hasilnya, lebih dari 95% pelanggan merasa lebih terlindungi oleh fitur ini.
3. Menghadirkan perlindungan yang lebih proaktif dan adaptif

Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, mengatakan, mengapresiasi upaya yang dilakukan Indosat dalam memerangi scam dan spam di Indonesia. Hal ini menjadi contoh nyata pemanfaatan AI yang tepat guna bagi perlindungan konsumen. Kami mendorong pelaku industri untuk mengimplementasikan hal serupa demi terciptanya ekosistem digital yang lebih aman”.
Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menambahkan, penguatan fitur ini merupakan bentuk komitmen perusahaan menjawab kebutuhan nyata pelanggan. Indosat melihat ponsel telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia.
"Melalui kolaborasi dengan mitra teknologi seperti Tanla, kami menghadirkan perlindungan yang lebih proaktif dan adaptif. Teknologi AI di jaringan kami membantu menyaring ancaman sebelum berdampak pada pelanggan,” jelas Vikram dalam keterangan resmi, Senin (9/2/2026).
4. Kolaborasi hadirkan inovasi

Sebagai mitra strategis Indosat, Tanla turut berperan dalam mengembangkan sistem deteksi berbasis AI yang adaptif terhadap pola kejahatan digital. Sistem ini memiliki tingkat akurasi hingga 99 persen dan terus disempurnakan melalui pembelajaran data secara berkelanjutan.
Uday Reddy, Founder Chairman & CEO of Tanla Platforms, mengatakan, kolaborasi dengan Indosat dan pemerintah Indonesia mencerminkan komitmen menghadirkan inovasi bagi industri yang memiliki dampak nyata.
"Melalui Wisely AI, kami membantu melindungi masyarakat Indonesia dan mendorong adaptasi digital di penjuru negeri. Kami juga terbuka untuk masukan dan senang dengan kesempatan yang diberikan untuk turut membantu memberdayakan masa depan digital Indonesia,” paparnya.
5. Ada fitur terbaru

Indosat bersama Tanla terus menyempurnakan sistem perlindungan agar tetap relevan dan mudah digunakan. Bagi pelanggan IM3, layanan ini hadir melalui SATSPAM (Satuan Anti Scam dan Spam).
Sementara itu, pelanggan Tri dapat memanfaatkan fitur TRI AI: Anti-Spam/Scam dengan sistem identifikasi visual berbasis kode warna.
Melalui pengembangan terbaru, pelanggan kini dapat menikmati:

















