Lampung Selatan, IDN Times - Dampak perubahan iklim secara global kian hari kian ganas semakin dirasakan berbagai sektor, termasuk pertanian di Provinsi Lampung.
Kondisi ini dikemukakan, Joko Umboro, seorang petani di Desa Sidomakmur, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan sekaligus ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Makmur Sejati.
Menurutnya, perubahan iklim ini memaksa petani harus berjibaku menjaga tanamannya agar tetap tumbuh dan produktif. Alhasil, kondisi serupa juga mengubah jadwal tanam padi hingga berdampak pada hasil panen.
"Kalau dulu 10 tahunan lalu, petani di sini bisa tanam padi empat kali setahun, tapi kalau sekarang dua kali tanam aja sudah alhamdulillah," ujarnya dikonfirmasi, Jumat (27/9/2024).
