Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cuaca Lampung Panas Terik, BMKG Ingatkan Pemudik Potensi Hujan Dadakan
Antrean yang terjadi di Pelabuhan Bakauheni Lampung. (IDN Times/Muhaimin)
  • BMKG Lampung menjelaskan cuaca panas saat ini terjadi karena masa peralihan dari musim hujan ke kemarau dengan pola angin lemah dan arah yang berubah-ubah.
  • Posisi Matahari di sekitar ekuator meningkatkan suhu dan kelembapan udara, membuat masyarakat merasakan panas terik sekaligus lembap di siang hari.
  • BMKG mengimbau pemudik Idul Fitri tetap waspada terhadap potensi hujan mendadak, petir, serta menjaga kondisi kendaraan dan tubuh selama perjalanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Lampung sekarang panas banget, mataharinya kuat sekali. Tapi katanya bisa tiba-tiba hujan juga, kadang ada petir dan angin kencang. Kakak Helena dari BMKG bilang ini karena musim lagi mau ganti. Orang yang mau mudik disuruh hati-hati, minum cukup air, dan lihat kabar cuaca dulu sebelum jalan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times – Cuaca panas terik dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Lampung beberapa hari terakhir. Meski begitu, kondisi ini ternyata tetap berpotensi memicu hujan secara tiba-tiba.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Raden Inten Lampung dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Helena Adianova, menjelaskan saat ini Lampung sedang berada pada masa peralihan musim dari penghujan menuju kemarau.

Menurutnya, pada periode ini pola angin cenderung lemah dan arahnya berubah-ubah sehingga membuat kondisi atmosfer menjadi tidak stabil.

“Wilayah Lampung saat ini sedang berada pada masa peralihan dari monsun barat menuju monsun timur. Pola angin cenderung lemah dan arahnya bervariasi,” katanya, Selasa (24/3/2026).

1. Dipengaruhi posisi matahari di sekitar ekuator

Ilustrasi cuaca panas. (Pexels/Brett Sayles)

Helena menjelaskan, cuaca panas yang dirasakan masyarakat juga dipengaruhi posisi Matahari yang berada di sekitar garis ekuator.

Kondisi tersebut membuat suhu udara di wilayah Lampung meningkat, terutama pada siang hari. Selain itu, proses penguapan air laut juga meningkat sehingga menyebabkan kelembapan udara menjadi tinggi.

"Akibatnya, masyarakat merasakan cuaca yang panas sekaligus lembap," jelasnya.

2. Berpotensi hujan singkat disertai petir

Ilustrasi cuaca mendung. (Pexels.com/Guilherme Rossi)

Meski cuaca terasa panas, Helena mengatakan kondisi atmosfer yang tidak stabil dapat memicu pertumbuhan awan konvektif.

Awan tersebut berpotensi menimbulkan hujan singkat yang datang secara tiba-tiba, bahkan dapat disertai petir dan angin kencang.

“Biasanya ditandai dengan hujan singkat yang datang tiba-tiba, bisa disertai petir dan angin kencang,” ujar Helen.

3. BMKG imbau pemudik tetap waspada

Mobil yang baru turun dari Kapal di Pelabuhan Bakauheni Lampung. (IDN Times/Muhaimin)

BMKG juga mengimbau masyarakat, khususnya pemudik pada arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dinamis.

Pemudik diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan. Selain itu, pengendara juga diingatkan untuk menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan cairan selama perjalanan.

Helena menyarankan masyarakat untuk menghindari bepergian saat cuaca sangat terik. Jika memungkinkan menggunakan pelindung seperti pakaian tertutup atau tabir surya.

"Kami mengingatkan masyarakat agar rutin memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi Info BMKG maupun kanal resmi media sosial BMKG Lampung," imbaunya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team