Bripka Petrus Gugur saat Tugas di Way Kanan Baru Punya Bayi 5 Bulan

Bandar Lampung, IDN Times - Almarhum Bripka Petrus Apriyanto yang gugur saat bertugas menggerebek lokasi perjudian sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan angkat bicara.
Sarposa (41) kakak sepupu almarhum Bripka Petrus menjelaskan, pascakejadian ia ditelepon adik bertugas di Polres Tubaba terkait adik sepupunya yakni Bripka Petrus menjadi korban saat penggerebekan sabung ayam. Ia lalu mencari tahu informasi hal itu menelepon keluarga yang lain.
"(Almarhum) Petrus tinggal bersama istri dan anaknya. Aslinya kelahiran OKU Timur, dia jadi anggota angkatan 26 Diktuba dari 2006," jelas Sarposa.
Sarposa menyatakan, keseharian Bripka Petrus selama menjadi polisi cenderung pendiam tidak banyak cerita. Saat sedang kumpul bersama keluarga almarhum Petrus selalu berpesan berhati-hati hati, jaga diri dal segala aktivitas. Terkhusus risiko pekerjaan sebagai anggota Polri digeluti Petrus.
"Dia meninggalkan satu anak masih usia 6 bulan. Terakhir komunikasi 5 bulan lalu infoin punya anak bayi. Ada rencana mau mudik dan kumpul bersama keluarga di Palembang, rencana dimakamkan di OKU Timur," ungkap Sarposa.
Ia berharap, pelaku segera terungkap dan mendapatkan hukuman setimpal sesuai undang-Undang yang berlaku. Ditanya ada dugaan anggota TNI terlibat menambak anggota Polri, Sarposa menyampaikan, anggota keluarganya banyak yang mengabdi ke negara.
"Harapannya ini tidak ada benturan dan yang salah bisa mendapat hukuman sesuai aturan undang undang," tukasnya.
Diketahui tiga anggota Polres Way Kanan saat menggerebek lokasi perjudian sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Senin (17/3/2025) sekitar pukul 16.50 WIB.
Ketiga anggota tewas masing-masing Iptu Lusiyanto selaku Kapolsek Negara Batin, Bripka Petrus Apriyanto (Ba Polsek Negara Batin), dan Bripda M Ghalib Surya Ganta (Ba Satreskrim Polres Way Kanan).


















