Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banjir di Bandar Lampung Terus Terjadi, Apa Solusi Pemkot?
Banjir di Perumahan Gelora Persada Bandar Lampung. (IDN Times/Muhaimin)
  • Pemerintah Kota Bandar Lampung siapkan strategi atasi banjir dengan menggandeng Pemkab Pesawaran dan Lampung Selatan
  • Fokus utama mitigasi banjir adalah meningkatkan kapasitas sistem drainase kota dan melakukan pembersihan rutin untuk menghindari penyumbatan akibat sampah
  • Pemkot berencana memperbanyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan membangun sumur resapan serta embung di titik strategis untuk menampung air hujan
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times – Pemerintah Kota (Pemkot) menyiapkan strategi untuk mengatasi banjir yang melanda Kota Bandar Lampung dua bulan terakhir.

Asisten I Kota Bandar Lampung, Sukarma Wijaya, menyatakan kerusakan lingkungan di wilayah hulu menjadi penyebab utama meningkatnya risiko banjir.

Wilayah Register 17 dan 19 yang seharusnya menjadi daerah tangkapan air mengalami degradasi akibat alih fungsi lahan. Hal ini menyebabkan hujan air langsung mengalir ke hilir dengan volume besar, katanya, Sabtu (1/3/2025).

1. Kolaborasi lintas wilayah

Banjir di Perumahan, Gelora Persada, Bandar Lampung. (IDN Times/Muhaimin)

Pemkot Bandar Lampung menilai solusi banjir tidak bisa dilakukan sendiri. Oleh karena itu, mereka menggandeng Pemkab Pesawaran dan Lampung Selatan untuk memulihkan fungsi wilayah hulu.

“Kami sedang merancang kerja sama dalam bentuk regulasi bersama agar kawasan tangkapan air di dua wilayah ini bisa damai. Harapannya, tidak ada lagi perambahan hutan yang mengurangi daya serap tanah,” ujar Sukarma.

2. Infrastruktur drainase diperkuat

Banjir di wilayah Nunyai, Rajabasa, Bandar Lampung. (IDN Times/Muhaimin)

Sukarma menjelaskan, salah satu fokus utama mitigasi adalah meningkatkan kapasitas sistem drainase kota. Pemkot akan memperdalam serta melebarkan saluran drainase agar mampu menampung debit udara lebih besar.

Selain itu, ia menyampaikan dilakukan pembersihan rutin untuk menghindari penyumbatan akibat sampah dan sedimentasi.

“Kami akan melakukan pengerukan sungai dan peninggian talud di beberapa titik rawan. Langkah ini bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS),” jelasnya.

3. Perluasan RTH dan sumur resapan

Ilustrasi pepohonan di hutan (pexels.com/Johannes Plenio)

Untuk meningkatkan daya serap air hujan, pemkot berencana memperbanyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) memanfaatkan lahan fasilitas umum yang belum terpakai.

Selain itu, sumur resapan dan embung akan dibangun di titik strategis guna menampung air hujan sebelum mengalir ke pemukiman.

“Kami juga mendorong perusahaan-perusahaan besar di Bandar Lampung untuk membangun sumur resapan di wilayah mereka sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan,” imbuhnya.

Editorial Team

Related Article