TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Pemkot Bandar Lampung akan Berikan Makanan Bergizi Tiap Minggu

Makanan bergizi untuk anak risiko stunting

Salah satu anggota dalah Roaming Bandar Lampung. (IDN Times/Rohmah Mustaurida).

Bandar Lampung, IDN Times - Bandar Lampung kini punya Roaming (Remaja dan Organisasi Masyarakat Antisipasi Stunting). Bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bandar Lampung, mereka akan membagikan makanan bergizi tiap minggunya untuk anak berisiko stunting.

Hal ini disampaikan Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana saat melaunching Roaming dan kegiatan Dahsat (Dapur Sehat Atasi Stunting), Senin (28/11/2022).

“Nanti mereka akan bantu kita mendata masyarakat yang berisiko stunting di Bandar Lampung, membantu posyandu untuk memberikan edukasi pada masyarakat soal stunting,” katanya.

Baca Juga: DAK DPPKB Bandar Lampung Hanya Terserap 6 Persen, Kepala BKKBN WA Eva

1. Eva Dwiana ingin kaji ulang jumlah stunting Kota Bandar Lampung

Ilustrasi anak. (IDN Times/Rohmah Mustaurida)

Eva menyampaikan menurut data SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) 2021, ada sekitar 20.000 anak atau 19,4 persen anak di Bandar Lampung terkena stunting.

“Tapi setelah bunda telurusi lagi tiap kelurahan kecamatan di Bandar Lampung, cuma sekitar 2.000 saja kok yang berisiko stunting atau sekitar 3,2 persen aja. Makanya bunda juga ingin nih semuanya bantu bunda untuk pendataan termasuk remaja-remaja (Roaming),” ujarnya.

Menurutnya, stunting juga tidak bisa hanya dilihat dari bentuk fisik saja melainkan juga dari perkembangannya. Ia juga mengatakan badan anak juga bisa saja kecil atau pendek karena faktor keturunan meski anaknya tak stunting.

"Bunda juga sudah tugaskan kepala DPPKB kota untuk mengkaji ulang lagi, karena data sampel itu cuma diambil 600 saja, kalau misalnya hanya 3 atau 4 kecamatan, padahal ada yang sudah 0 kasus. Bunda gak ngerti penilaiannya seperti apa, kita evaluasi lagi saja dengan panggil semua puskesmas dan kecamatan," katanya.

2. Pemkot anggarkan Rp2,5 miliar untuk penurunan stunting

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana. (IDN Times/Rohmah Mustaurida).

Oleh karenanya, untuk meningkatkan gizi masyarakat khususnya anak di Kota Bandar lampung. Eva Dwiana menganggarkan kembali di 2023 sebesar Rp2,5 miliar untuk kasus stunting.

“Tahun depan kita anggarkan 2,5 miliar untuk memberi makanan bergizi ke anak-anak tiap minggunya. Jadi mereka anak dapat makanan lengkap gizinya mulai dari sayurnya ada proteinnya ada, susu, lengkap,” katanya.

Baca Juga: Pemkot Bandar Lampung Kirim Tim Relawan Kesehatan ke Bencana Cianjur

Berita Terkini Lainnya