Setelah berhasil menuntaskan studi, seorang lulusan telah menyandang gelar tentu ada rasa bangga dan bahagia dirasakan. Namun, dunia nyata seringkali tidak sesederhana diajarkan di dalam kelas.
Salah satu tantangan utama dihadapi para lulusan adalah ambiguitas, keadaan di mana kamu tidak tahu ke arah mana, tidak tahu salah dan benar, porsinya tepat atau tidak tepat kala dihadapkan pada situasi tertentu. Alhasil, kamu jadi mudah goyah dan tidak konsisten merencanakan masing-masing goals kamu miliki setelah lulus dari studi.
Rasa ambiguitas muncul ketika kamu mungkin di sekolah atau kuliah sering diarahkan. Semua roadmap sudah jelas dan semua materi telah tersusun rapi baik dalam silabus maupun kurikulum bisa kamu pelajari.
Tapi di dunia nyata nanti, tantangannya tidak semudah itu. Menjalani kuliah layaknya lari sprint, berlari sekencang-kencangnya untuk mengejar masa studi tercepat dan bisa lulus tepat waktu.
Sedangkan karier kamu tentukan ibarat marathon, kamu tidak pernah tahu kapan harus selesai dan belum tahu langkah selanjutnya. Maka dari itu, memiliki kemampuan untuk mengelola rasa ambigu yang ada pada diri lulusan baru menjadi penting agar tidak mudah overwhelmed ketika dihadapkan pada tantangan yang ada di depan.
Sepenting apa sih skill ambiguitas ini? Berikut adalah sederet alasannya.
