Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Alasan Kemenkeu Pilih Empat Desa di Lamsel untuk Buku Dana Desa
perkampungan tanpa listrik, dibuat oleh AI (dok. bing.com)
  • Kemenkeu RI memilih Lampung Selatan sebagai lokasi studi dokumentasi untuk buku 'Refleksi Satu Dasawarsa Dana Desa' karena karakter wilayahnya lengkap dan strategis sebagai gerbang Pulau Sumatra.
  • Buku tersebut akan membahas lima aspek utama, termasuk kondisi desa sebelum Dana Desa, perkembangan regulasi, serta dampak sosial ekonomi; empat desa dijadikan sampel penelitian lapangan.
  • Kadis PMD Lampung Selatan menyambut baik kunjungan Kemenkeu dan menilai empat desa terpilih mencerminkan potensi agraris dan wisata daerah, sekaligus menjadi motivasi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kabupaten Lampung Selatan kini jadi sorotan pemerintah pusat. Daerah yang dikenal sebagai gerbang Pulau Sumatra itu ditetapkan sebagai lokasi kunjungan lapangan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI untuk kebutuhan studi dokumentasi penyusunan buku bertajuk “Refleksi Satu Dasawarsa Dana Desa”.

Kunjungan tim Kemenkeu RI diterima langsung Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lampung Selatan, Erdiyansyah, di Kantor Dinas PMD. Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran Inspektorat serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) setempat.

1. Alasan Lampung Selatan jadi studi dokumentasi penyusunan buku Kemenkeu

Pantai Batu Lapis (https://pariwisatalamsel.com/)

Analis Kebijakan Ahli Pertama Kemenkeu RI, Sukma Aji, mengatakan penyusunan buku refleksi ini merupakan amanah nasional yang dipantau langsung oleh Bappenas. Targetnya, menghasilkan kajian satu dekade Dana Desa dengan standar internasional.

Menurut Sukma, Lampung Selatan dipilih bukan tanpa alasan. Wilayahnya dinilai memiliki karakteristik lengkap, mulai dari pegunungan hingga pesisir pantai. Selain itu, posisi strategis Lampung Selatan sebagai pintu masuk Sumatra membuatnya punya potensi besar menerima limpahan ekonomi dari Pulau Jawa.

“Lampung Selatan dipilih karena memiliki karakteristik wilayah yang lengkap, mulai dari kawasan pegunungan hingga pesisir pantai. Selain itu, sebagai gerbang Pulau Sumatra, Lampung Selatan memiliki potensi dampak limpahan ekonomi dari Pulau Jawa,” ujar Sukma, Rabu (6/5/2026).

2. Ada lima aspek utama dibahas dalam buku

(Dok. Diskominfo Pemkab Lamsel).

Sukma mengatakan, dalam kajian tersebut, buku “Refleksi Satu Dasawarsa Dana Desa” akan mengulas lima aspek utama. Mulai dari kondisi desa sebelum Dana Desa digulirkan, perkembangan regulasi, hingga dampak nyata terhadap kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat.

Sebagai bahan penelitian lapangan, Kemenkeu menetapkan empat desa sebagai sampel utama, yakni Desa Sidowaluyo, Balinuraga, Kecapi, dan Canggung. Keempat desa tersebut dinilai mampu mewakili keberagaman karakter wilayah sekaligus praktik tata kelola Dana Desa. Tak hanya itu, Sukma juga menyoroti adanya sinergi kelembagaan ekonomi desa yang menarik di Lampung Selatan, khususnya antara BUMDes dengan KSPP/KDMP.

“Kami juga melihat adanya sinergi menarik antara kelembagaan ekonomi desa seperti BUMDes dengan KSPP/KDMP,” katanya.

3. Empat desa jadi sampel menggambarkan potensi Lampung Selatan

Festival Layang-layang 2 atau Kalianda Kite Lampung Selatan Tahun 2023 di Pantai Kalianda Beach (Dok. Kominfo Lamsel)

Sementara itu, Erdiyansyah menyambut baik kunjungan tersebut dan menyebutnya sebagai momen penting untuk memperlihatkan perkembangan desa-desa di Lampung Selatan yang terus didorong sebagai identitas daerah “Beranda Sumatra”. Ia menilai, empat desa sampel yang dipilih memang menggambarkan potensi Lampung Selatan yang beragam, baik dari sektor agraris maupun wisata pesisir.

Erdiyansyah juga menyebut, beberapa capaian desa yang menjadi perhatian, di antaranya Desa Rejo Mulyo yang meraih predikat BUMDes terbaik tahun 2024, serta KDMP Bumi Sari di Kecamatan Natar yang telah ditetapkan sebagai proyek percontohan nasional. Ia berharap kajian yang dilakukan Kemenkeu dapat menjadi pemicu semangat bagi desa lain untuk ikut berinovasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga ini menjadi motivasi bagi desa-desa di Lampung Selatan untuk semakin maju dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Erdiyansyah.

Editorial Team