4 Hari Dicari, Satu Korban Longsor Tanggamus Akhirnya Ditemukan

- Satu dari empat korban longsor di Tanggamus ditemukan meninggal dunia setelah 4 hari pencarian.
- Evakuasi korban membutuhkan waktu 1 jam karena tertimbun dalam material longsor.
- Total 4 korban tewas akibat longsor, operasi SAR ditutup dengan imbauan waspada terhadap cuaca ekstrem.
Tanggamus, IDN Times - Satu dari empat korban akibat tertimbun tanah longsor di Kabupaten Tanggamus ditemukan tim SAR Gabungan setelah dicari selama empat hari. Terkini, total empat korban meninggal telah berhasil dievakuasi.
Korban terakhir ditemukan bernama Sariyani (38), jasadnya ditemukan tertimbun material longsor terjadi di Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus dalam keadaan meninggal dunia.
"Iya, pencarian Sariyani telah ditemukan memasuki hari keempat, pencarian dimulai pukul 07.00 WIB dengan memperluas area pencarian radius dan masih menggunakan alkon dan peralatan manual," ujar Kepala Kantor Basarnas Lampung, Deden Ridwansyah, Rabu (29/5/2024).
1. Evakuasi 1 jam

Dalam proses evakuasi jasad korban, Deden melanjutkan, tim SAR Gabungan melihat tanda-tanda korban langsung melakukan evakuasi membutuhkan waktu selama 1 jam. Itu dikarenakan Sariyani tertimbun material longsor cukup dalam.
"Jasad korban berhasil dikeluarkan tim SAR Gabungan dari material longsor sekitar pukul 14.00 WIB, dengan menggunakan peralatan manual," ucapnya.
2. Lokasi penemuan 100 meter dari tempat kejadian

Lebih lanjut Deden menyampaikan, titik korban Sariyani ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. Kemudian pascaberhasil dievakuasi korban langsung dibawa mobil ambulans Puskesmas Air Naningan, untuk menuju rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban Sariyani, maka total korban tertimbun longsor di Kecamatan Air Naningan berjumlah 3 orang meninggal dunia dan dari Kecamatan Ulu Belu terdapat seorang korban lainnya juga meninggal.
"Operasi SAR telah dinyatakan ditutup. Bagi semua pihak terlibat dalam proses pencarian hingga evakuasi para korban, kami sampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi tingginya," jelasnya.
3. Imbau warga waspada bencana dampak cuaca ekstrem

Deden turut mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi-potensi becana, mengingat cuaca ekstrem hujan intensitas lebat disertai angin kencang belakang terjadi di sejumlah wilayah Lampung.
"Kami terus menginginkan masyarakat lebih berhati-hati akan dampak cuaca ekstrem, terus ikuti aturan dan saran dari otoritas pemerintah daerah," tandasnya.


















