Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
10 Pelempar Batu di Tol Bakter Diciduk, Ternyata Masih Pelajar
Kegiatan pembinaan terhadap 10 pelaku pelemparan di jalan tol Bakter oleh manajemen. (Dok. Tol Bakter).
  • Sepuluh remaja yang masih berstatus pelajar diamankan karena terlibat aksi pelemparan batu di Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, setelah petugas melakukan observasi dan pengejaran cepat di lokasi kejadian.
  • Manajemen tol bersama aparat memilih pendekatan edukatif dan pembinaan, melibatkan orang tua untuk menanamkan kesadaran tentang bahaya serta konsekuensi hukum dari tindakan pelemparan batu.
  • Para remaja diberi predikat simbolis sebagai Pelopor Keselamatan Jalan Tol, dengan harapan mereka menjadi agen perubahan dan mendorong masyarakat menjaga keamanan di sekitar ruas tol.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
27 Februari 2026

Aksi pelemparan batu terjadi di ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar sekitar pukul 23.00 WIB. Manajemen tol segera meningkatkan pengamanan dan berkoordinasi dengan personel BKO Korem 043/Garuda Hitam.

2 Maret 2026

Manager Public Affairs Hakaaston Ruas Bakter, M Alkautsar, menyampaikan bahwa dua pelaku telah diamankan dan total ada sepuluh remaja terlibat. Para pelaku yang masih pelajar diberi pembinaan edukatif bersama orang tua mereka.

kini

Para remaja tersebut dijadikan Pelopor Keselamatan dan Keamanan Jalan Tol sebagai bagian dari pendekatan restoratif. Orang tua mereka menyambut baik langkah pembinaan ini dan berkomitmen meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Aksi pelemparan batu terhadap kendaraan yang melintas di ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar terjadi dan menyebabkan penangkapan sepuluh remaja yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
  • Who?
    Sepuluh remaja berstatus pelajar diamankan petugas bersama personel BKO Korem 043/Garuda Hitam, dengan koordinasi manajemen Tol Bakter dan pihak keamanan setempat.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di jalan tol ruas Bakauheni–Terbanggi Besar, Lampung Tengah, tepatnya di sekitar jembatan penyeberangan orang (JPO) yang berada di jalur tol tersebut.
  • When?
    Kejadian berlangsung pada Jumat malam, 27 Februari 2026 sekitar pukul 23.00 WIB, sementara pengamanan dan penangkapan dilakukan kurang dari satu kali dua puluh empat jam setelah laporan diterima.
  • Why?
    Aksi dilakukan oleh para remaja tanpa alasan jelas; pihak pengelola menekankan pentingnya edukasi karena mereka belum memahami bahaya serta konsekuensi hukum dari tindakan pelemparan batu di jalan tol.
  • How?
    Petugas melakukan observasi intensif di area JPO, mendengar suara benda jatuh ke badan jalan, lalu mengejar kelompok remaja hingga berhasil mengamankan dua orang pertama untuk peng
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Tengah, IDN Times – Aksi pelemparan batu terhadap kendaraan melintas di jalan tol ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) kembali terjadi. Sejumlah remaja terlibat dalam peristiwa berbahaya tersebut diamankan kurang dari 1 kali 24 jam setelah kejadian dilaporkan.

Peristiwa pelemparan batu itu terjadi, Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Manajemen Tol Bakter langsung bergerak cepat menindaklanjuti laporan pengguna jalan, dengan meningkatkan pengamanan di sejumlah titik rawan.

Melalui koordinasi bersama personel BKO dari Korem 043/Garuda Hitam, petugas melakukan observasi intensif di sekitar jembatan penyeberangan orang (JPO). Dari hasil pemantauan, petugas mendapati sekelompok remaja berada di atas JPO dan mendengar suara benda keras dijatuhkan ke badan jalan tol.

“Petugas langsung melakukan pengejaran, dan dua orang berhasil diamankan di lokasi untuk pengembangan lebih lanjut,” ujar Manager Public Affairs Hakaaston Ruas Bakter, M Alkautsar, Senin (2/3/2026).

1. Total ciduk 10 remaja

Kegiatan pembinaan terhadap 10 pelaku pelemparan di jalan tol Bakter oleh manajemen. (Dok. Tol Bakter).

Dari dua pelaku tersebut, Alkautsar melanjutkan, hasil pendalaman petugas mengungkap total terdapat sekitar 10 remaja diduga kuat terlibat dalam aksi pelemparan batu terhadap kendaraan bermotor tersebut.

"Seluruhnya masih berstatus pelajar dan masuk dalam kategori usia remaja, karena ini melibatkan anak-anak maka pendekatan yang kami lakukan bersifat edukatif agar mereka memahami dampak serius dari perbuatannya,” katanya.

Mengingat pelaku masih di bawah umur, manajemen tol memutuskan mengedepankan pendekatan pembinaan dengan melibatkan orang tua masing-masing. "Para remaja diberikan edukasi terkait bahaya aksi pelemparan batu di jalan tol, risiko kecelakaan fatal, serta konsekuensi hukum yang dapat timbul. Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas utama kami," lanjut dia.

2. Dijadikan Pelopor Keselamatan dan Keamanan Jalan Tol

Kegiatan pembinaan terhadap 10 pelaku pelemparan di jalan tol Bakter oleh manajemen. (Dok. Tol Bakter).

Sebagai bagian dari pendekatan restoratif, Alkautsar menyampaikan, para remaja tersebut juga diberikan predikat simbolis sebagai "Pelopor Keselamatan dan Keamanan Jalan Tol" di lingkungan sekitarnya.

Menurutnya, langkah penyematan predikat tersebut.diharapkan mampu mendorong kalangan remaja hingga masyarakat umum menjadi agen perubahan dan mencegah aksi serupa terulang kembali.

"Manajemen Tol Bakter turut mengajak masyarakat sekitar ruas tol untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Kolaborasi antara pengelola, aparat, dan warga menjadi kunci utama mencegah gangguan keamanan di jalan tol," ucap dia.

3. Perwakilan orang tua sambut baik langkah manajemen tol

Kegiatan pembinaan terhadap 10 pelaku pelemparan di jalan tol Bakter oleh manajemen. (Dok. Tol Bakter).

Sebagaimana disampaikan perwakilan orang tua para remaja, Alkautsar turut menyampaikan, permohonan maaf dan berterima kasih atas pendekatan pembinaan yang dilakukan. Selain itu, mereka juga berkomitmen meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Dengan penanganan cepat dan pendekatan edukatif ini, diharapkan aksi pelemparan batu di jalan tol tidak terulang dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga," imbuhnya.

Editorial Team