Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

7 Hal Bisa Dilakukan Ketika Merasa Tidak Dihargai oleh Pasangan

ilustrasi pasangan sedang bertengkar (pexels.com/Alena Darmel)
ilustrasi pasangan sedang bertengkar (pexels.com/Alena Darmel)
Intinya sih...
  • Memberikan ruang untuk diri sendiri saat merasa tidak dihargai
  • Mengungkapkan perasaan dengan jujur dan tenang kepada pasangan
  • Menjaga harga diri dan membuat batasan yang jelas dalam hubungan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Hubungan romantis seharusnya menjadi ruang aman di mana dua individu saling memberi dukungan, perhatian, serta penghargaan. Namun, kenyataannya tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ada kalanya seseorang merasa usaha dan perasaannya tidak sepenuhnya diakui, bahkan seolah-olah keberadaannya terabaikan.

Situasi ini sering kali menimbulkan perasaan kecewa, sakit hati, dan bisa berlanjut menjadi luka emosional yang mendalam. Ketika perasaan tidak dihargai muncul, penting untuk menyadari bahwa hal tersebut wajar dan dialami banyak orang dalam hubungan.

Namun, yang lebih penting adalah bagaimana cara menanggapinya secara sehat dan konstruktif. Membiarkan rasa sakit tanpa langkah nyata justru akan memperburuk keadaan. Sebaliknya, dengan mengambil langkah bijak, situasi ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat diri maupun memperbaiki dinamika bersama pasangan.

Untuk membantumu menghadapi situasi sulit, langsung saja simak tujuh hal yang bisa dilakukan ketika merasa tidak dihargai oleh pasangan di bawah ini. Cekidot!

1. Memberikan ruang untuk diri sendiri

ilustrasi pasangan sedang bertengkar (pexels.com/Keira Burton)
ilustrasi pasangan sedang bertengkar (pexels.com/Keira Burton)

Saat merasa tidak dihargai, hal pertama yang perlu dilakukan adalah memberi ruang untuk diri sendiri. Perasaan terluka sering kali membuat emosi memuncak dan pikiran menjadi keruh.

Mengambil jarak sementara dapat membantu menenangkan hati serta memberikan kesempatan untuk memikirkan keadaan dengan lebih jernih. Ruang ini tidak selalu berarti berpisah secara fisik, tetapi bisa berupa waktu pribadi untuk melakukan aktivitas yang menenangkan.

Selain itu, memberi ruang untuk diri sendiri juga mencerminkan penghargaan terhadap kebutuhan pribadi. Setiap individu berhak menjaga kesehatan mental dan emosinya tanpa harus merasa bersalah.

Mengutamakan waktu pribadi, seseorang dapat lebih mengenali perasaan yang sebenarnya dirasakan. Kejernihan pikiran yang tercipta dari ruang ini bisa membantu menentukan apakah masalah bersifat sementara atau justru tanda ada persoalan lebih besar dalam hubungan.

2. Mengungkapkan perasaan dengan jujur

ilustrasi pasangan sedang bertengkar (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi pasangan sedang bertengkar (pexels.com/RDNE Stock project)

Perasaan tidak dihargai sering muncul karena pasangan tidak menyadari dampak dari sikap atau perkataannya. Mengungkapkan perasaan dengan jujur merupakan cara efektif untuk membuka ruang dialog yang sehat.

Namun, penyampaian harus dilakukan dengan tenang, tanpa menyalahkan, dan berfokus pada apa yang dirasakan. Kejujuran emosional memberi kesempatan bagi pasangan untuk memahami sudut pandang yang mungkin selama ini terlewat.

Selain itu, berbicara dengan jujur menunjukkan keberanian untuk memperjuangkan kenyamanan dalam hubungan. Menghindari percakapan sulit hanya akan memperpanjang rasa sakit dan menciptakan jarak emosional.

Sebaliknya, komunikasi terbuka memungkinkan kedua belah pihak bekerja sama mencari solusi. Dengan demikian, perasaan dihargai dapat tumbuh kembali, dan hubungan pun terbangun di atas dasar kepercayaan yang lebih kuat.

3. Menjaga harga diri

ilustrasi pasangan sedang bertengkar (pexels.com/Timur Weber)
ilustrasi pasangan sedang bertengkar (pexels.com/Timur Weber)

Ketika tidak dihargai, sangat mudah merasa kecil dan tidak berarti. Padahal, harga diri adalah hal yang harus tetap dijaga dalam kondisi apa pun. Mengingat kembali nilai dan kemampuan diri menjadi cara penting untuk melindungi keseimbangan emosional.

Seseorang perlu menyadari bahwa keberhargaan tidak hanya ditentukan oleh bagaimana pasangan memperlakukan dirinya, melainkan juga oleh penghargaan terhadap diri sendiri. Dengan menjaga harga diri, seseorang tidak akan mudah terjebak dalam perlakuan yang merugikan.

Harga diri yang terjaga juga membantu menegaskan batasan sehat dalam hubungan. Jika seseorang tahu apa yang layak diterima, maka ia mampu menolak perlakuan yang tidak sesuai dengan nilai dirinya.

Sikap ini sekaligus mengajarkan pasangan untuk lebih menghormati. Menegakkan harga diri bukan berarti keras kepala, melainkan cara sehat untuk menyeimbangkan kebutuhan emosional dan penghargaan dalam hubungan.

4. Mengalihkan fokus pada hal positif

ilustrasi pasangan sedang bertengkar (pexels.com/Timur Weber)
ilustrasi pasangan sedang bertengkar (pexels.com/Timur Weber)

Saat perasaan tidak dihargai mendominasi, pikiran cenderung hanya melihat sisi buruk hubungan. Mengalihkan fokus pada hal positif dapat membantu menyeimbangkan emosi.

Hal positif bisa berupa hal kecil, seperti kenangan indah yang pernah dibangun bersama atau kualitas baik yang dimiliki pasangan. Dengan cara ini, seseorang bisa mengurangi beban emosional dan tidak terjebak pada lingkaran perasaan negatif. Perspektif seimbang memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih rasional.

Selain itu, mengalihkan fokus juga bisa dilakukan dengan melibatkan diri pada aktivitas yang membawa kebahagiaan. Kegiatan seperti berolahraga, membaca, menulis, atau bahkan berkumpul bersama teman dan keluarga mampu memberikan energi baru.

Saat perhatian lebih banyak diarahkan pada hal-hal yang membangun, rasa sakit akibat tidak dihargai dapat berangsur berkurang. Perasaan positif yang tumbuh akan menjadi bekal untuk menghadapi hubungan dengan sikap lebih sehat.

5. Membuat batasan yang jelas

ilustrasi pasangan sedang bertengkar (pexels.com/Budgeron Bach)
ilustrasi pasangan sedang bertengkar (pexels.com/Budgeron Bach)

Perasaan tidak dihargai sering kali muncul karena batasan pribadi tidak dihormati. Membuat batasan yang jelas menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan dalam hubungan.

Batasan ini bisa berupa cara komunikasi, pembagian waktu, maupun perlakuan yang dianggap pantas atau tidak pantas. Menyampaikan batasan dengan tegas memberi sinyal bahwa setiap individu memiliki hak untuk dihormati.

Selain itu, batasan juga membantu seseorang melindungi diri dari pola hubungan yang merugikan. Jika pasangan tetap mengabaikan batasan yang sudah disepakati, hal itu menjadi indikator bahwa ada masalah yang lebih serius. Menjaga batasan bukan sekadar untuk membatasi pasangan, tetapi untuk memastikan hubungan berjalan sehat dan setara.

6. Meningkatkan perawatan diri

ilustrasi pasangan sedang bertengkar (pexels.com/Alex Green)
ilustrasi pasangan sedang bertengkar (pexels.com/Alex Green)

Saat merasa tidak dihargai, perasaan negatif dapat membuat seseorang melupakan dirinya sendiri. Meningkatkan perawatan diri menjadi langkah penting untuk mengembalikan keseimbangan emosional.

Merawat diri tidak hanya sebatas aspek fisik seperti menjaga penampilan, tetapi juga mencakup kesehatan mental, spiritual, dan emosional. Aktivitas seperti meditasi, menulis jurnal, atau berolahraga dapat membantu mengurangi stres sekaligus memperkuat perasaan berharga.

Perawatan diri juga menjadi bentuk penghargaan pribadi. Dengan merawat diri, seseorang menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak sepenuhnya bergantung pada pasangan.

Sikap ini secara tidak langsung mengirim pesan dirinya pantas diperlakukan dengan baik. Ketika seseorang tampil lebih percaya diri dan tenang, pasangan pun akan lebih mudah menyadari pentingnya peran serta kehadiran yang selama ini mungkin terabaikan.

7. Menimbang ulang hubungan

ilustrasi pasangan sedang bertengkar (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi pasangan sedang bertengkar (pexels.com/RDNE Stock project)

Jika segala upaya sudah dilakukan tetapi perasaan tidak dihargai tetap berulang, langkah terakhir adalah menimbang ulang hubungan. Proses ini memerlukan keberanian untuk jujur terhadap diri sendiri mengenai apa yang sebenarnya dibutuhkan dari pasangan.

Mempertahankan hubungan yang terus-menerus membuat terluka hanya akan mengorbankan kesehatan mental dan kebahagiaan. Keputusan untuk bertahan atau melepaskan harus didasarkan pada evaluasi menyeluruh, bukan sekadar emosi sesaat.

Menimbang ulang bukan berarti menyerah begitu saja, melainkan upaya menjaga diri dari hubungan yang tidak sehat. Dalam proses ini, penting untuk melihat kembali tujuan hidup, nilai pribadi, serta harapan jangka panjang. Jika hubungan tidak lagi mendukung pertumbuhan, maka mengambil keputusan yang tegas menjadi pilihan bijak. Keputusan ini dapat membuka jalan menuju kehidupan yang lebih sehat, baik secara emosional maupun sosial.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us