Puasa Bukan Halangan, Pemain Bhayangkara FC Jaga Pola Makan

- Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC tetap menjaga performa selama Ramadan dengan menyesuaikan jadwal latihan agar tidak mengganggu ibadah puasa.
- Latihan utama dilakukan pada malam hari, sementara siang hari digunakan untuk pemulihan ringan demi menjaga kondisi fisik pemain.
- Para pemain merasa nyaman berlatih di malam hari dan tidak mengalami kendala berarti, hanya perlu disiplin dalam mengatur pola makan.
Bandar Lampung, IDN Times – Bulan ramadan tak menjadi penghalang bagi para pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC untuk tetap menjaga performa.
Tim hanya melakukan penyesuaian jadwal latihan agar para pemain yang menjalankan puasa tetap bisa menjaga kondisi fisik.
Penjaga gawang Bhayangkara FC, Aqil Savik, mengatakan selama Ramadan para pemain lebih banyak menjalani latihan utama pada malam hari.
"Sementara pada siang hari, tim hanya melakukan latihan ringan untuk pemulihan kondisi saja," katanya, Senin (9/3/2026).
1. Pola makan kunci

Menurut Aqil, perubahan jadwal tersebut membuat jarak antara waktu makan dan latihan menjadi lebih singkat. Karena itu, para pemain harus lebih disiplin mengatur pola makan selama ramadan.
“Kalau siang biasanya recovery saja, latihan utama malam. Bedanya waktu makan dan latihan jadi sangat dekat, jadi kami harus persiapan latihan dulu, setelah selesai baru makan,” katanya.
2. Suasana berbeda

Meski begitu, Aqil justru merasa menjalani latihan saat puasa memberikan suasana yang berbeda. Ia menilai atmosfer latihan di malam hari terasa lebih nyaman dibanding hari biasa.
“Sebetulnya lebih enak puasa. Mungkin karena saya sendiri puasa, jadi vibe latihan malam hari terasa berbeda,” ujarnya.
3. Tak ada kendala

Hal senada juga disampaikan penyerang Bhayangkara Presisi Lampung FC, Dendy Sulistyawan. Ia menyebut para pemain tidak mengalami kendala saat menjalani puasa di tengah kompetisi.
Menurut Dendy, perubahan hanya terjadi pada waktu latihan yang biasanya digelar sore hari. Selama ramadan, latihan dipindahkan ke malam hari setelah para pemain berbuka puasa.
“Kalau hari biasa latihan sore, tapi saat ramadan jadi malam hari. Tidak ada kesulitan, berjalan dengan baik. Awal-awal puasa saja penyesuaian, sekarang sudah terbiasa,” jelasnya.

















