Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bhayangkara FC Ditarget 3 Besar, Pelatih Bruzon Terima Tantangan

Bandar Lampung
Bhayangkara FC Ditarget 3 Besar, Pelatih Bruzon Terima Tantangan
Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC Oscar Bruzon
  • Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC Oscar Bruzon menerima target finis tiga besar Liga Indonesia 2026/2027 sebagai tantangan ambisius dari manajemen, demi melampaui performa musim lalu.
  • Bruzon menyiapkan pendekatan permainan lebih dominan melalui penguasaan bola, tekanan di area lawan, dan rotasi posisi, sambil menyesuaikannya dengan karakter pemain serta situasi pertandingan.
  • Setelah restrukturisasi skuad, Bhayangkara membenahi keseimbangan pertahanan dan serangan selama pramusim; laga pembuka Indonesia Super League mempertemukan mereka dengan Persebaya pada 5 September 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times – Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Oscar Bruzon, tak menganggap target finis tiga besar sebagai beban. Sebaliknya, ambisi yang diberikan manajemen menjadi tantangan yang siap dijawabnya pada musim 2026/2027.

Bruzon memahami bahwa target tersebut tidak mudah diwujudkan. Persaingan di Liga Indonesia dinilainya sangat ketat, bahkan lebih sulit dibandingkan dengan kompetisi yang pernah dijalaninya di India.

Namun, pelatih asal Spanyol tersebut memilih menerima target yang telah ditetapkan manajemen. Menurutnya, pencapaian tiga besar menjadi tolok ukur bagi Bhayangkara untuk menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan musim sebelumnya.

“Target yang sangat ambisius seperti yang saya sampaikan, tetapi saya harus menerima tantangan tersebut,” katanya, Minggu (30/8/2026).

  1. 1. Dituntut tampil lebih baik dari musim lalu

    Pertandingan Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan Persikad Depok berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda.
    Bhayangkara Presisi Lampung FC vs Persikad Depok di Stadion Sumpah Pemuda. (IDN Times/Muhaimin)

    Bruzon mengatakan target dan tujuan klub merupakan keputusan manajemen. Setelah manajemen menetapkan bahwa Bhayangkara harus finis di tiga besar, ia bersama skuad harus bekerja keras untuk memenuhi target tersebut.

    “Mereka ingin tim finis di posisi tiga besar, yang artinya kami harus tampil lebih baik dibandingkan dengan musim lalu,” ujarnya.

    Karena itu, Bruzon tidak ingin Bhayangkara sekadar mengandalkan hasil yang telah diraih pada musim sebelumnya. Ia ingin membangun tim dengan pendekatan permainan yang berbeda.

    Apalagi, Bhayangkara mengalami restrukturisasi skuad dengan hadirnya sejumlah pemain baru, baik lokal maupun asing.

  2. 2. Ingin Bhayangkara lebih dominan

    Milan Ristovski mencetak gol lewat tendangan penalti saat menghadapi Persikad Depok di lapangan sepak bola.
    Gol penalti Milan Ristovski vs Persikad Depok. (IDN Times/Muhaimin)

    Bruzon juga membawa gagasan permainan yang ingin diterapkan pada Bhayangkara. Pelatih yang telah 15 tahun berkarier di Asia itu ingin timnya mampu mengontrol pertandingan.

    Sebagai pelatih asal Spanyol, ia menyukai permainan dengan penguasaan bola, tampil dominan, bermain di area lawan, serta melakukan rotasi posisi.

    Namun, Bruzon menegaskan filosofi tersebut tidak bisa diterapkan secara kaku. Ia harus menyesuaikan pendekatan dengan karakter pemain dan kondisi pertandingan.

    “Tidak ada pendekatan kaku tentang gaya sepak bola yang saya sukai. Jika saya memaksa semua orang mengikuti ide saya secara mentah-mentah, saya akan gagal,” jelasnya.

  3. 3. Agresif menyerang, tetapi pertahanan dibenahi

    Pertandingan sepak bola Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan Persikad Depok di Stadion Sumpah Pemuda.
    Bhayangkara Presisi Lampung FC vs Persikad Depok di Stadion Sumpah Pemuda. (IDN Times/Muhaimin)

    Keinginan bermain yang lebih dominan membuat Bruzon sadar ada risiko yang harus diantisipasi. Bhayangkara harus memiliki keseimbangan ketika kehilangan bola maupun mendapat tekanan dari lawan.

    Ia menyebut salah satu catatan dari musim lalu adalah lini pertahanan Bhayangkara yang cukup banyak kebobolan. Karena itu, perubahan filosofi musim ini tidak hanya soal meningkatkan agresivitas di lini depan. Pertahanan juga menjadi bagian penting yang sedang dibenahi selama pramusim.

    “Kalau ingin menyerang lebih banyak, kami juga harus memiliki keseimbangan saat kehilangan bola atau saat lawan memberikan tekanan,” ujarnya.

    Diketahui pada laga perdana Indonesia Super League 2026/2027, Bhayangkara akan menghadapi Persebaya di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More