Viral! Pelajar SMA di Bandar Lampung Foto Todong Senpi di Kantor DPRD

- Pelajar berswafoto menodongkan senjata api laras pendek di ruang rapat paripurna DPRD Provinsi Lampung, Kota Bandar Lampung viral di Medsos.
- Pistol yang ditodongkan bukan senjata api sungguhan, melainkan korek api berbentuk senjata api menurut Waka Humas SMAN 9 Kota Bandar Lampung.
- Siswa A melakukan kegiatan swafoto tanpa seizin pihak sekolah di lingkungan kantor DPRD Provinsi Lampung untuk pembuatan buku tahunan sekolah.
Bandar Lampung, IDN Times - Seorang pelajar berswafoto menodongkan senjata api laras pendek menyerupai pistol di ruang rapat paripurna DPRD Provinsi Lampung, Kota Bandar Lampung viral di media sosial (Medsos).
Dari sejumlah foto diterima IDN Times, sosok pelajar laki-laki tersebut terlihat mengenakan kacamata dan setelan jas hitam lengkap berpakaian kemeja putih, serta dasi merah nampak berpose duduk di salah satu kursi para legislator.
Dengan potongan rambut hampir cepak, siswa tersebut menodongkan pistol di tangan kirinya. Pose lain, pistol tersebut turut diarahkan ke kepala dengan wajah tersenyum kecil.
1. Pastikan bukan senpi sungguhan melainkan hanya korek api

Terkait foto viral ini, Waka Humas SMAN 9 Kota Bandar Lampung, Supeno membenarkan, sosok pelajar tersebut merupakan salah satu peserta didiknya berinsial A, siswa tersebut kelas 12.
Meski demikian, pihaknya memastikan pistol yang ditodongkan siswa A tersebut bukan senjata api sungguhan, melainkan korek api berbentuk senjata api.
"Iya, itu siswa kami yang memegang pistol mainan di dalam gedung DPRD Lampung, kegiatan ini dilakukan tanpa sepengetahuan kami, yang bersangkutan membuat keputusan ini secara mandiri," ucapnya, Senin (11/11/2024).
2. Sesi foto diperuntukkan pembuatan buku tahunan sekolah

Hasil penelusuran pihak sekolah, Supeno mengungkapkan, kehadiran siswa A tersebut di lingkungan kantor DPRD Provinsi Lampung ditujukan swafoto pembuatan buku tahunan sekolah (BTS). Tujuannya, sebagai kenang-kenangan pascakelulusan.
Namun ditegaskan kembali, kegiatan tersebut dilakukan tanpa seizin pihak sekolah, termasuk merekomendasikan maupun memfasilitasi kantor DPRD Provinsi Lampung menjadi lokasi sesi foto.
"Jadi semua ini merupakan inisiatif siswa, dan kami tidak tahu di mana foto-foto tersebut diambil," kata Supeno.
3. Orang tua siswa A sampaikan permintaan maaf

Pascamencuatnya foto viral tersebut, Supeno menambahkan, pihaknya telah dihubungi orang tua siswa A dan menyampaikan permintaan maaf atas perbuatan anaknya. Dikatakan, foto tersebut diunggah oleh sang ayah via akun Facebook (FB).
Sebagai upaya tindak lanjut, pihaknya telah melaporkan peristiwa ini kepada kepala sekolah agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
"Pembuatan buku tahunan pada tahun depan akan kami evaluasi. Kami mempertimbangkan untuk menghentikan kegiatan ini, agar kejadian seperti ini tidak terulang," katanya.



















