Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tangkap layar fenomena hujan es di sejumlah wilayah Kabupaten Lampung Barat. (IDN Times/Istimewa).
  • Video hujan es di sejumlah wilayah Lampung Barat viral, memperlihatkan butiran es berserakan, genangan setelah hujan deras, serta pohon tumbang dan ranting di area taman bermain.

  • BMKG menjelaskan hujan es dipicu pertumbuhan awan Cumulonimbus intens; arus udara kuat membekukan butiran air di atmosfer sebelum jatuh, didukung atmosfer labil, uap air, dan topografi.

  • BMKG mengimbau warga waspada karena hujan es dapat bersamaan dengan hujan lebat, petir, dan angin kencang; segera berlindung di bangunan kokoh serta pantau kanal resmi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Barat, IDN Times - Rekaman video fenomena hujan es di sejumlah wilayah Kabupaten Lampung Barat viral di media sosial (Medsos). Es seukuran kerikil batu kecil-kecil tampak berserakan di pelataran hingga area rumah warga.

Berdasarkan rekaman diterima IDN Times, terlihat butiran-butiran es batu kecil berserakan di atas tanah dan di dekat dinding berwarna hijau memiliki hiasan gambar bunga. Kamera kemudian bergeser memperlihatkan area halaman yang basah dan tergenang air setelah hujan deras.

Masih di area tersebut, tampak sebuah pohon berukuran sedang tumbang ke tanah akibat cuaca buruk, serta dedaunan dan ranting yang berserakan di sekitar fasilitas taman bermain. "Hujan es guys," ucap perekam video.

1. Warga sambut antusias hujan es

Tangkap layar fenomena hujan es di sejumlah wilayah Kabupaten Lampung Barat. (IDN Times/Istimewa).

Dalam rekaman lainnya, video memperlihatkan sekelompok remaja mengenakan pakaian bela diri dan hijab sedang berkumpul di halaman berumput di luar ruangan. Mereka tampak antusias dan tertawa sambil memunguti butiran-butiran es batu yang berserakan di atas rumput setelah fenomena hujan es tersebut.

Beberapa dari mereka menunjukkan butiran es berhasil dikumpulkan di telapak tangan, seraya melontar candaan ke arah kamera ingin "jualan es".

2. Akibat pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb)

Tangkap layar fenomena hujan es di sejumlah wilayah Kabupaten Lampung Barat. (IDN Times/Istimewa).

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Radin Inten Lampung, Iqbal Arief Pangestu menjelaskan, fenomena hujan es secara meteorologis dapat terjadi akibat pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) cukup intens.

Menurutnya, awan Cb memiliki arus udara naik (updraft) yang kuat sehingga mampu membawa butiran air ke lapisan atmosfer dengan suhu di bawah titik beku. Butiran air tersebut kemudian membeku dan mengalami proses pertumbuhan di dalam awan, sebelum akhirnya jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan es.

"Kondisi atmosfer yang tidak stabil, ketersediaan uap air, serta faktor lokal seperti kondisi topografi wilayah Lampung Barat dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif yang kuat," jelasnya dikonfirmasi, Senin (2/11/2026).

Selain itu, fenomena hujan es umumnya berlangsung dalam waktu singkat dan terjadi pada wilayah yang relatif terbatas. "Kemunculan hujan es dapat terjadi bersamaan dengan kondisi cuaca ekstrem lainnya," lanjut dia.

3. Warga diimbau waspadai cuaca ekstrem

Tangkap layar fenomena hujan es di sejumlah wilayah Kabupaten Lampung Barat. (IDN Times/Istimewa).

Terkait kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Pasalnya, hujan es dapat terjadi bersamaan dengan hujan lebat, petir, maupun angin kencang.

Namun apabila terjadi hujan es, masyarakat disarankan segera berlindung di dalam bangunan yang kokoh dan menghindari aktivitas di ruang terbuka. Warga juga diminta menjauhi pohon, papan reklame, serta jaringan listrik ketika terjadi angin kencang dan petir.

"Terus pantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG. Informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini dapat dipantau melalui website BMKG Lampung, media sosial BMKG Lampung, maupun aplikasi InfoBMKG," imbau Iqbal.

Curated For You

Editorial Team

Related Article