Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Update Terkini Erupsi Gunung Anak Krakatau, Tertutup Kabut
Kondisi terkini aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026) pagi. (Dok. magma.esdm.go.id).
  • ESDM melaporkan aktivitas Gunung Anak Krakatau hingga 6 September 2026 pukul 06.00 WIB, dengan gunung tertutup kabut dan asap kawah tidak teramati.
  • Erupsi menerus berhenti pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke barat laut, suhu 26-27°C, dan kelembapan 78-80 persen.
  • Masyarakat diimbau tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Pengamatan mencatat gempa erupsi, hembusan, frekuensi rendah, hybrid, vulkanik dangkal, serta tremor menerus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui situs resmi magma.esdm.go.id merilis informasi terkeni seputar aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026) hingga pukul 06.00 WIB.

Merujuk pengamatan visual dari pos pantau, Gunung api tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah barat laut. Selain itu, erupsi menerus berhenti pada 6 September 2026 pukul 00:04 WIB.

Dari sisi klimatologi, cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah barat laut. Suhu udara sekitar 26-27°C. Kelembaban 78-80 persen. Masyarakat diimbau tidak mendekati GAK atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif.

Pengamatan Kegempaan:

  • 1 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 46 mm, dan lama gempa 30 detik.

  • 2 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 25-34 mm, dan lama gempa 38-47 detik.

  • 14 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 25-36 mm, dan lama gempa 4-15 detik.

  • 9 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 12-34 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 5-22 detik.

  • 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 14 mm, dan lama gempa 13 detik.

  • 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 8-45 mm, dominan 15 mm.

Mengutip situs bmkg.go.id, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terdeteksi meluas ke sejumlah wilayah pada Minggu (6/9/2026) pagi. Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pukul 08.00 WIB, terdapat dua klaster sebaran abu vulkanik.

Abu dari permukaan hingga ketinggian 20.000 kaki teramati bergerak ke arah timur laut hingga tenggara dan mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat serta perairan di sekitarnya. Adapun abu vulkanik pada ketinggian hingga 50.000 kaki bergerak ke arah barat daya hingga barat laut, mencakup sebagian wilayah Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung dan Banten.

Curated For You

Editorial Team

Related Article