Pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui KRI Lepu-861 milik TNI AL, Rabu (9/9/2036). (Dok. BPBD Lampung).
Kepala BPBD Lampung, Aswarodi menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan, Gunung Anak Krakatau mengalami satu kali erupsi pagi tadi pukul 09.10 WIB dengan durasi 17 detik. Status erupsi dinyatakan selesai.
Aktivitas erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 47 mm. Saat erupsi terjadi, kondisi cuaca cerah hingga mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan barat laut.
Sementara itu, berdasarkan citra satelit Himawari 9 pada pukul 07.00 WIB dari terminal BMKG, sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak terdeteksi.
Aswarodi mengatakan, meski kembali mengalami erupsi, hasil pemantauan pemerintah menunjukkan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau cenderung menurun. Sebagai perbandingan, Rabu (9/9/2026) pukul 10.00 WIB, Pemprov Lampung bersama Kesbangpol, DLH, BPBD, Basarnas, Lanal Lampung, dan ITERA melakukan pemantauan dari KRI Lepu-861 TNI AL.