UBL Perkenalkan Professional Passport, Tak Cukup Berbekal Ijazah

- UBL memperkenalkan Professional Passport sebagai pendamping ijazah sarjana yang memetakan karakter, capaian akademik, pengalaman profesional, kesiapan kerja, dan rekomendasi arah karier lulusan.
- Program ini bagian dari UBL Talent and Career Ecosystem yang mengintegrasikan pengenalan karier, kurikulum personal, pembelajaran industri, magang, sertifikasi, serta jejaring kerja dan alumni.
- Pada Wisuda ke-76, UBL meluluskan tujuh doktor manajemen pertama dan menegaskan lulusan perlu adaptif, menguasai teknologi, mampu memecahkan masalah, serta berintegritas.
Bandar Lampung, IDN Times - Universitas Bandar Lampung (UBL) memperkenalkan Professional Passport bagi lulusan sarjana. Itu sebagai inovasi untuk memetakan kompetensi, karakter, dan kesiapan para lulusan memasuki dunia kerja.
Rektor UBL, M Yusuf S Barusman mengatakan Professional Passport ditujukan bagi lulusan sarjana. Dokumen pendamping ijazah ini memuat profil karakter, kinerja akademik, pengalaman profesional, employability index atau indikator kesiapan kerja, serta Career Fit yang memberikan rekomendasi arah karier sesuai potensi masing-masing lulusan.
"Ijazah menunjukkan apa yang telah saudara selesaikan. Professional Passport menunjukkan siapa Saudara sebagai calon profesional dan ke mana Saudara dapat mengembangkan karier," ujar Yusuf dalam Wisuda ke-76 UBL digelar 22 Oktober 2026.
1. Apa itu Professional Passport?

ilustrasi kompetensi dan keterampilan meningkat (pexels.com/ RDNE Stock project) Menurut Yusuf, inovasi Professional Passport merupakan bagian dari pengembangan UBL Talent and Career Ecosystem (TCE). TCE adalah ekosistem yang mengintegrasikan pendidikan, pengembangan talenta, pengalaman profesional, hingga persiapan karier mahasiswa.
Melalui ekosistem ini, UBL menghubungkan Career Discovery Program, Personally Customized Curriculum (PCC), pendampingan akademik, pembelajaran berbasis industri, magang, sertifikasi, hingga jejaring dunia kerja dan alumni.
Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diarahkan untuk mengenali potensi dirinya sejak awal perkuliahan, menentukan pilihan karier, serta memperoleh pembelajaran dan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan profesi dan industri.
2. Selaras visi UBL

Wisuda ke-76 Universitas Bandar Lampung, Kamis (22/10/2026). (Dok. UBL). Yusuf menegaskan transformasi ini sejalan dengan visi UBL, To Be a World Class Entrepreneurial University. Visi itu memposisikan perguruan tinggi bukan sekadar sebagai tempat memperoleh gelar, tetapi juga sebagai ruang pengembangan inovasi, pemecahan masalah, dan penciptaan nilai bagi masyarakat.
Dalam pesannya kepada para wisudawan, Yusuf mengingatkan pentingnya terus belajar, menjaga integritas, serta menghasilkan karya yang memberikan manfaat. "Kompetensi membuat Saudara mampu, tetapi integritas membuat Saudara dipercaya," pesannya.
3. Mewisuda tujuh lulusan pertama program Doktor Manajemen

Wisuda ke-76 Universitas Bandar Lampung, Kamis (22/10/2026). (Dok. UBL). Gelaran Wisuda ke-76 UBL untuk pertama kalinya, UBL mewisuda tujuh lulusan pertama Program Doktor Manajemen sekaligus. Capaian tersebut menjadi bagian dari transformasi pendidikan tinggi sedang dikembangkan UBL untuk menjawab perubahan kebutuhan dunia kerja, terutama di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI), transformasi digital, dan otomatisasi.
"Gelar akademik saja tidak lagi cukup. Perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kualifikasi akademik, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan beradaptasi, menguasai teknologi, memecahkan persoalan, dan menciptakan nilai bagi masyarakat,” tegas Yusuf.























