ilustrasi orang bercerita (pexels.com/Edmond Dantès)
Untuk menambah betah anak dewasa tetap punya waktu cukup bersama keluarga di rumah, maka terbuka dan belajarlah memahami keinginan dan pandangannya. Jangan lupa sebagai orang tua juga pernah menjadi anak seumurannya, kan?
Pahami apa yang diinginkan anak seusianya, pelajari pandangannya. Dengan begitu, saat dia curhat tentang dinamika perjalanan hidupnya, sebagai orang tua gak akan menghakimi maupun bersikap kurang menyenangkan.
Namun, akan lebih meresponsnya dengan bijak dan berempati. Anak gak hanya semakin betah di rumah, tapi juga kian nyaman terbuka tentang kehidupannya, karena bahagia punya orang tua yang asyik diajak curhat.
Butuh kesabaran dan pola pendekatan yang tepat supaya anak yang memasuki usia dewasa tahu waktu saat bermain di luar rumah. Beri dia kebebasan dengan tetap membimbing dan mengarahkan ke jalan yang benar-benar dia inginkan, serta berdampak positif baginya. Belajar lagi tentang dunia remaja hingga dewasa masa kini, karena bisa jauh berbeda dengan masa lalu. Izinkan anak mengeksplorasi diri di luar rumah, namun dengan tetap tahu batasan waktu.