Comscore Tracker

Kronologi Lengkap Rektor Unila dan Istri Positif COVID-19

Dua dosen Unila meninggal dunia karena COVID-19

Bandar Lampung, IDN Times - Usai menjadi narasumber di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Senayan Jakarta 8 Novermber 2020 lalu, Rektor Universitas Lampung, Prof Karomani terkonfirmasi positif COVID-19. Berikut IDN Times rangkum kronologi perjalanan rektor Unila sepekan terakhir.

1. Perjalanan dinas rektor bersama ajudan

Kronologi Lengkap Rektor Unila dan Istri Positif COVID-19Prof.Karomani saat menyampaikan kondisinya saat ini melalui video (IDN Times/Silviana)

Rektor Karomani didampingi ajudan dan sopir, menghadiri undangan MPR RI 8- 10 November. Rektor menjadi nara sumber Focus Group Discussion (FGD) bertema Mengukuhkan Kebangsaan yang Berperadaban Menuju Cita-Cita Nasional dengan Paradigma Nasional. Keesokan harinya atau 11 November rektor memimpin rapat terbatas di ruang sidang senat lantai 2 bersama para wakilnya.

Selanjutnya 12 November 2020, Karomani mulai merasakan kondisi badan yang tidak sehat. Menurut Satgas COVID-19 Unila, Asep Sukohar rektor dan istrinya mengalami demam tinggi selama dua malam.

Kemudian periode 18-19 November kondisi badan mulai lemas dan tidak nafsu makan. Pada 20 November 2020 hasil test swab rektor Unila keluar dan hasilnya positif COVID-19.

“Saat ini Pak rektor dan ibu (istri rektor) berada di Rumah Sakit Abdul Moeloek untuk pemulihan. Awalnya ibu belum positif waktu pemeriksaan pertama. Kemudian pada pemeriksaan kedua baru positif COVID-19,” ujarnya.

2. Kondisi rektor dalam keadaan stabil

Kronologi Lengkap Rektor Unila dan Istri Positif COVID-19Suasana Rektorat Universitas Lampung Senin (23/11/2020)

Pada konferensi pers yang dilakukan secara langsung di ruang sidang senat lantai 2 Senin (23/11/2020), Aom sapaan akrab rektor menyampaikan kondisi kesehatannya melalui video. “Saya dan istri dalam keadaan baik-baik. Mohon doanya dan semoga kita semua sehat selalu. Jangan lupa menjaga protokol kesehatan COVID-19 supaya kita sehat selalu,” ujarnyua.

Satgas COVID-19 Unila, Asep Sukohar, menjelaskan, kondisi kesehatan rektor memang sudah stabil dan cukup baik. Untuk saluran saturasi oksigen rektor berada pada angka 98 persen. “Normalnya kalau saturasi itu kan 98 persen ke atas. Kalau untuk kondisi yang lainnya bagus kok Pak Rektor,” jelasnya.

Baca Juga: RSPTN Unila Jadi Ruang Isolasi Pasien COVID-19 Senin Pekan Depan 

3. Unila dalam kategori ringan dan sedang

Kronologi Lengkap Rektor Unila dan Istri Positif COVID-19IDN Times/Silviana

Sebelumnya Unila pernah melakukan tes massal sekitar 500 sampai 600 rapid test selama satu minggu bagi seluruh civitas akademika Unila. Dari hasil rapid test tersebut yang terkonfirmasi reaktif ada empat orang.

Selain itu, pasien positif COVID-19 di Unila sudah ada dua orang yang meninggal yaitu dosen Fakultas Teknik dan Pertanian. Sedangkan untuk hasil swab test 23 November 2020, dua orang bagian keuangan terkonfirmasi reaktif. Kemudian hasil swab ajudan dan driver rektor sedang menunggu hasilnya.

“Untuk jumlah keseluruhannya berapa yang positif itu susah datanya, kan udah ada yang sembuh yang dulu-dulu, Tapi yang meninggal ada dua orang dosen Teknik dan Pertanian. Terus hari ini ada 25  orang pegawai dan juga wakil rektor yang akan melakukan rapid test,” ujar Juru Bicara Rektor Unila, Nanang Trenggono.

Merujuk data tersebut maka Unila saat ini masuk dalam kategori ringan dan sedang. Sehingga aktivitas di Unila tidak sepenuhnya ditutup.

“Berdasarkan surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No 67 tahun 2020, apabila kategori ringan sedang ini bisa melaksanakan WFH 75 persen dan bekerja di kantor 25 persen. Artinya tidak benar-benar lockdown selama 14 hari,” ujar mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung ini.

Nanang juga mengimbau kepada sivitas akademika Unila yang bekerja dari rumah, diharapkan  benar-benar melakukan pekerjaan dari rumah. "Bukan malah jalan-jalan keluar. Selain itu untuk aktivitas (di kampus) yang 25 persen ini semakin memperketat protokol kesehatan," tegas pria berkacamata ini.

4.Dosen pertanian unila meninggal diduga COVID-19

Kronologi Lengkap Rektor Unila dan Istri Positif COVID-19IDN Times/Istimewa

Pada 23 November 2020 sekira pukul 06.00 WIB, dosen Ilmu Benih Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Unila, Yayuk Nurmiyati dikabarkan meninggal dunia diduga karena COVID-19.

Dekan Fakultas Pertanian Unila, Irwan Sukri Banuwa, saat dikonfirmasi menyatakan, hasil test swab almarhum Yayuk belum keluar. “Karena ada indikasi COVID-19 hari ini beliau dimakamkan dengan prosedur COVID-19,” terangnya

Irwan menjelaskan, 13 November lalu Irwan sempat bertemu dengan Yayuk di dekanat pertanian untuk urusan akademik. Setelah itu pada hari Minggu Yayuk sempat menghadiri acara undangan kerabatnya.

Selang beberapa hari kemudian Yayuk mengalami demam tinggi dan susah bernapas. Kemudian pada Sabtu 21 November 2020 dibawa ke Rumah Sakit Dr A Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung,

“Hari ini tadi kami sudah mendaftarkan ada 20 warga fakultas pertanian yang berinteraksi dengan beliau dalam waktu satu minggu terakhir ini dosen maupun mahasiswa. Fakultas memfasilitasi mereka untuk rapid test. Kemudian nanti siang ruangan beliau dan gedung agronomi Unila akan di fogging,” jelas Irwan. 

5. Unila tetap memberikan pelayanan kepada dosen dan mahasiswa

Kronologi Lengkap Rektor Unila dan Istri Positif COVID-19Asep Sukohar, Satgas Covid-19 Unila (IDN Times/Silviana)

Jubir Rektor Unila Nanang Trenggono menegaskan, Unila tetap memberikan pelayanan maupun kerja sama dengan berbagai pihak. “Jadi nanti akan diterbitkan surat edaran yang 25 persen bekerja itu seperti apa. Tetap ada pelayanan aktivitas di Unila tapi dengan  protokol kesehatan yang ketat,”terangnya.

Terkait kebijakan perkuliahan tatap muka pada 2021 yang dikeluarkan oleh Kemendikbud, Nanang mengaku belum melakukan pembahasan sampi pada tahap itu. Sehingga, hingga  16 Januari 2021 perkuliahan tetap dilaksanakan secara dalam jaringan (daring).  

Baca Juga: [BREAKING] Rektor Unila Karomani Positif COVID-19, Dirawat di RSUDAM

Topic:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya